Bogor, Klikterus.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bogor H. Supono menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Bouitenzorg Caffe, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (25/08/2022).
Dalam giat tersebut, H. Supono menjelaskan bahwa acara yang dihadiri oleh komunitas guru Muhammadiyah area Kemang, Parung, Rancabungur ini diharapkan pemahaman ini tersampaikan.
“Mereka juga bisa menyampaikan kepada murid-muridnya atau masyarakat sehingga perspektif masyarakat tentang 4 pilar itu yang hakikat atau dari perspektif umat islam bisa diketahui,” ujarnya.
Supono menjelaskan kepada para peserta bagaimana besarnya peran ulama, para da’i serta para santri umat islam itu begitu besar perannya sebagai landasan 4 pilar itu sendiri.
Restu Kurniawan Wibawa selaku Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kemang yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa pendidikan yang diberikan H. Supono ini merupakan sebuah ruang kepada anak bangsa untuk mendapatkan sebuah perspektif yang komprehensif terkait history bangsa ini.
“Tentu jika kita berbicara tentang sejarah, banyak sekali perspektif dari sana dan sini, tapi saya kira sebagai sebuah upaya menambah hasanah kegiatan ini sangat penting dan alhamdulillah hari ini pak Haji Supono memberikan ruang itu bagi kita,” ungkapnya.
Restu pun menambahkan, jika didalam sesi-sesi formal atau di kegiatan-kegiatan semisal sebagai seorang pendidik disebuah sekolah tentu terbatas sekali ruang dan waktunya untuk menyampaikan sejarah dari berbagai perspektif.
“Kegiatan-kegiatan seperti ini diperlukan untuk menambah apa-apa yang tidak didapat dari ruang-ruang formal seperti institusi pendidikan,” imbuhnya.
Dirinya pun berharap agar kegiatan sejenis sosialisasi 4 pilar ini bisa diadakan lebih masif lagi.
“Karena masih sedikit sekali orang-orang yang beruntung mendapatkan informasi seperti ini dan kalau kita lihat fenomena saat ini terkait kepekaan anak-anak muda terhadap bangsanya sendiri termasuk sejarahnya itu sudah semakin tergerus oleh hegemoni zaman sehingga banyak anak-anak muda saat ini tidak tahu juga falsafah negaranya, sejarah negaranya atau apa yang menjadi titah dari bangsa itu sendiri,” tandasnya.
