
BOGOR-
Sejumlah pengusaha dan pemilik armada di wilayah Bogor mengeluhkan malfungsi sistem barcode pembelian BBM subsidi yang terjadi secara mendadak. Gangguan teknis ini dinilai fatal karena melumpuhkan aktivitas distribusi logistik di wilayah tersebut.
Operasional Terhenti, Pengusaha Kebingungan
Agus, salah satu pemilik armada, mengungkapkan kepanikan lantaran armadanya yang sedang memuat barang di Tangerang tidak bisa mengisi solar. Kondisi ini membuat jadwal pengiriman terganggu total.
”Barcode tidak bisa digunakan, jadi saya tidak bisa mengisi solar. Akibatnya armada saya tidak bisa jalan. Saya bingung kenapa tiba-tiba begini, ternyata bukan cuma saya, punya orang lain juga sama,” jelas Agus kepada klikterus.com, Jumat (17/04).
Agus menilai sistem yang diterapkan saat ini terlalu rapuh dan tidak memiliki skema cadangan (back-up) saat terjadi gangguan massal.
Muncul Dugaan Praktik Pungli “Tembak Barcode”
Senada dengan Agus, Andre juga mengalami hal serupa. Barcode miliknya mendadak dinyatakan tidak berlaku tanpa alasan yang jelas. Namun, yang lebih mengecewakan adalah solusi yang ditawarkan di lapangan yang terkesan tidak transparan.
”Katanya harus daftar ulang. Lah, daftar ulang gimana, data kita sudah ada. Malah ada yang bilang ‘nembak’ barcode saja, tapi harus bayar uang admin,” ungkap Andre dengan nada kecewa.
Indikasi adanya celah pungutan liar (pungli) ini dikhawatirkan akan semakin memberatkan para pengusaha di tengah carut-marutnya sistem digitalisasi BBM tersebut.
Ancaman Distribusi Berhenti Total
Kekhawatiran juga datang dari Irfan, pemilik armada lainnya yang terdampak. Ia menegaskan bahwa kendala ini bukan lagi masalah teknis kecil, melainkan ancaman bagi keberlangsungan usaha.
”Ini bukan lagi kendala kecil. Kalau begini terus, usaha kami bisa berhenti total,” tegas Irfan.
Hingga berita ini diturunkan, para pelaku usaha mendesak pihak terkait, terutama Pertamina, untuk segera memperbaiki sistem dan memberikan penjelasan resmi agar tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.(tri)

Susah bukan hal aneh lagi minta bantuan buatkan barcode di spbu malah dimintain uang