Shadow

Ini Nihhhhhh Penyebab Pedagang Pasar Citeureup, Langgar Jam Operasional PPKM Darurat

CITEUREUP-

Pedagang pasar tradisional Citeureup yang tetap nekat berjualan melewati jam oprasional pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Tenyata beralasan tidak mengetahui aturan yang berlaku karena tidak adanya sosialisasi dan pemberitahuan dari Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) setempat.

Hal diatas seperti penuturan dari Asep pedagang roti mengatakan, dirinya terkejut mengetahui kedatangan Petugas gabungan yang merajia ke pasar terkait PPKM Darurat. Sebabnya tidak ada sama sekali pemberitahuan sebelumnya oleh para Petugas berupa surat ataupun himbawan secara langsung kepada pihaknya.

“Kami tidak pernah ada sosialisasi terkait PPKM darurat oleh pihak kecamatan makanya kami berdagang saja,” keluhnya saat ditemui Wartawan kemarin malam dilokasi.

Masih Asepmenerangkan, dirinya berpikir PPKM itu hannya di Jakarta bukan dipasar yang ditambah belum ada sosialisasi. Sehingga heran dengan kedatangan yang mana ia sudah belanja banyak untuk berjualan.

“Dari pada dagangan saya diangkut lebih baik tutup saja,” kesalnya.

Sebelumya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bogor, Agus Salim menambahkan, semua harus berbagi
tugas, mulai dari kabupaten, desa dan kecamatan. Guna memberikan edukasi kepada pihak-pihak yang melanggar aturan disaat masa pandemi COVID-19 ini.

“Harus tegas memberikan edukasi kepada para pedagang bahwa telah melanggar PPKM darurat,” ujarnya saat dihubungi media hari ini.(tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *