Bogor, Klikterus.com – Anggota DPRD Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat berpesan kepada PT Antam agar meningkatkan pengawasannya terhadap lubang ex tambang PT Antam yang diduga menimbulkan korban 6 orang warga Desa Urug, Kabupaten Bogor.
Fakta ini ditemukan Doni ketika mendatangi langsung lokasi ex tambang tersebut bersama anggota DPR RI, Adian Napitupulu pada hari kedua kejadian yaitu Kamis 15 Januari 2026.
“Kami meminta PT Antam sebagai perusahaan negara yang diberikan izin untuk lokasi disana, rutin melakukan pengawasan terhadap lubang-lubang yang sudah tidak aktif lagi, bagaimana keamanannya,” kata Doni saat ditemui awak media, Jum’at (16/01/2026).
“Hal ini dimaksudkan agar masyarakat yang melakukan tindakan ilegal tidak bisa lagi melakukan tindakan tersebut, jangan menyalahkan warga yang melakukan tindakan penambangan ilegal tapi bagaimana pengawasan PT Antam terhadap bekas lubang tambangnya ini diperkuat dan maksimal,” sambung Doni.
Selain itu, Doni juga kecewa terhadap pernyataan PT Antam bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Seharusnya pernyataan mereka (PT Antam) tidak bisa seperti itu. Bagaimanapun PT Antam yang sudah beroperasi di sana, baik karyawan maupun warga biasa, mereka harus mencari tahu dari informasi yang tersebar. Padahal faktanya setelah kita turun ke lapangan, kemudian mendengar pengaduan masyarakat Desa Urug faktanya bahwa dari lubang yang di lokasi dekat dengan PT Antam, itu ada diduga masih ada yang terjebak sebanyak 6 orang,” ucap Doni.
Legislator PDIP ini juga bertambah kecewa kepada PT Antam karena seolah-olah jika korbannya bukan dari karyawan mereka maka tragedi tersebut bukan urusan mereka.
“Kondisi seperti ini harusnya kita memiliki rasa kemanusiaan, jangan cenderung hanya mengamankan posisi karyawannya saja, padahal pihak keluarga yang jadi korban tragedi tersebut masih menunggu kepastian nasib para korban,” tandas Doni.
