Aku Lebih Baik Jadi Pemandu Lagu Daripada Jadi Sang Koruptor

CIBINONG

Siapa yang tak ingin bekerja ditempat yang layak dan nyaman dengan pendapatan yang sesuai dengan resiko yang minim hal tersebut tentunya menjadi mimpi dari segenap insan manusia,tapi semua itu tidak mungkin dapat terwujud manakala kemampuan sumberdaya manusianya tidak mencukupi bahkan dengan lulusan sekolah yang minim.Saat ini manusia modern dituntut untuk melek teknologi sehingga segala pekerjaan mulai digantikan perangkat mesin lunak ataupun keras.

Sebut saja Sintia janda 23 tahun asal sukabumi yang saat ini bekerja sebagai Pemandu lagu disebuah tempat karoke diwilayah cibinong dirinya terpaksa menjalankan perkerjaan tersebut karena kebutuhan ekonomi yang sangat mendesak.Sintia saat ini mempunyai 2 orang anak yang sedang membutuhkan asupan giji dan biaya sekolah.

“Anakku dua,bapaknya pergi ntah kemana sedangkan anakku butuh susu dan bayar sekolah.kalau aku tidak bekerja,aku dan anakku mau makan apa.keluhnya

Bekerja jadi Pemandu lagu itu gak enak mas sudah potongannya gede kerjanya malem terus dan resikonya terkena lambung,karena setiap malam minum alkohol.Selain itu kerjanya juga was was takutnya ada rajia dari aparat.

“Sedih rasanya bekerja seperti ini,banyak guncingan orang yang buruk tentang saya,padahal saya seperti ini karena terpaksa demi perut saya dan keluarga.

Saya mah silahkan saja kawan kawan menghujat saya,satpol pp merajia saya atau apalah,tapi apakah hujatan dan rajia bisa membantu ekonomi kami membantu kesusahan kami.

Saya masih beruntung masih berusaha bekerja tidak merepotkan orang lain walau banyak hinaan yang kami terima, tapi yang jelas kami hasil kerja kami bukan didapat dari hasil menipu,merampok,memeras atau korupsi dengan mengambil hak orang lain.yang jelas kerja Kami jauh lebih mulia.

Saya berharap tempat kerja kami tetap berdiri tetap berjalan karena saat ini tempat ini menjadi ladang dan sumber penghasilan kami.Sambil mencari pekerjaan yang lebih layak harapnya kepada klikterus.com (30/7/22)

Senada hal yang sama juga diungkapkan sebut saja Melati (20) dirinya harus bekerja menjadi PL karena dirinya harus membayar uang Kuliah,karena saat ini kondisi keuangan keluarga sedang dalam masa sulit.Saya saat ini semester 4 satu tahun lagi saya selesai kuliah tetapi kuliah saya harus dibayar sekitar 20 jutaan lagi.

“Keluarga lagi sulit,kontrak kerja saya sudah tidak diperpanjang,sedangkan kuliah harus dibayar,terpaksa deh saya terjun menjadi PL jelasnya.

Saat ini saya jalani saja apa yang bisa lakukan terserah dengan omongan orang, saya masa bodoh saja, yang penting saya dapat tambahan penghasilan,saya hanya berharap segera lulus kuliah kemudian saya cari pekerjaan baru,semoga saja dengan modal ilmu dan ijasah yang saya dapat nantinya saya dapat pekerjaan yang baik yang sesuai harapan dan kemampuan saya.pungkasnya (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *