Shadow

BPTJ Akan Bangun Skybridge untuk Urai Kemacetan di Kabupaten Bogor

Bogor – Untuk mengurai masalah kemacetan di Bojonggede Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan membangun skybrigde di Bojonggede Kabupaten Bogor hal itu dibahas pada acara audiensi antara Bupati Bogor Ade Yasin dengan BPTJ di Ruang Rapat I Setda Kabupaten Bogor, Kamis (6/1).

Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan, audiensi antara BPTJ dengan Pemkab Bogor dalam rangka rencana pembangunan skybrigde untuk mengurangi kemacetan di Bojonggede. Nantinya skybrigde akan menghubungkan antara Terminal Bojonggede ke Stasiun Bojonggede.

“Maret ini akan kita mulai pelelangan oleh BPTJ, setelah skybrigde akan kita bangun park and ride, ada pembebasan lahan 300 meter untuk mengurai kemacetan di Bojonggede,” ungkapnya.

Lanjut Bupati Bogor menerangkan, ia sudah tugaskan Sekda untuk menyelesaikan persoalan tanahnya, jadi jangan sampai program yang bagus ini terhambat karena persoalan administrasi. Proyek ini dibantu juga oleh Tim Percepatan Pembangunan strategis agar proses administrasi dan lahan berjalan dengan baik.

“Saya minta komitmen dari semua pihak untuk sama-sama mendukung program ini sampai selesai. Apalagi masyarakat sudah banyak yang setuju, berdasarkan survei ternyata 90% masyarakat setuju dengan program ini,” jelasnya.

Selanjutnya, Direktur Prasarana BPTJ Jumardi menyatakan, BPTJ saat ini fokus kepada dua hal, yang pertama bagaimana meningkatkan penggunaan angkutan umum baik itu dengan kereta api maupun yang lainnya, kemudian yang kedua itu mengurangi kemacetan. Berkaitan dengan mengurangi kemacetan salah satunya pembangunan skybridge. Terkait dengan pembangunan skyBridge yang menghubungkan Stasiun Bojonggede dengan Terminal Tipe C Bojonggede, dengan anggaran BPTJ sebesar Rp.16,5 milyar.

“Tahun ini sedang proses pelelangan untuk itu kami ingin meyakinkan bahwa program ini, kita bisa lakukan bersama. Pembangunan skybridge saya kira satu pembangunan fasilitas integrasi moda yang dibangun di Bogor dalam rangka menata kawasan, karena memang di Stasiun Bogor ini sangat crowded dan teman-teman sebelumnya sudah melakukan kajian-kajian, dengan kesimpulan perlu dilakukan penataan, artinya pintu stasiun sisi Barat yang ada di Selatan, itu dipindahkan ke utara dan pintunya di terminal tipe C,” tandasnya. (Peg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *