Sampah Hulu Citeureup Ancam Banjir Hilir Cileungsi, KP2C Desak Ketegasan Pemerintah

BOGOR-

Penumpukan sampah di aliran Sungai Cileungsi kembali memicu keresahan warga. Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) menyoroti tajam besarnya volume sampah yang mengalir dari kawasan hulu, khususnya Kali Citeureup, yang mengancam keselamatan warga di wilayah hilir seperti Bekasi.

​Ketua KP2C, Puarman, menyatakan bahwa penumpukan sampah dari hulu berpotensi memicu bencana besar saat debit air meningkat. Sampah yang terbawa arus dapat tersumbat di tiang-tiang jembatan dan menahan laju air.

​”Ketika Tinggi Muka Air (TMA) naik, sampah tersebut akan terbawa dan berpotensi mengakibatkan sumbatan yang memperparah banjir di berbagai jembatan yang dilaluinya,” ujar Puarman, Rabu (9/9/2026).

​Puarman mengingatkan kembali peristiwa banjir besar pada 4 Maret 2025 lalu. Kala itu, tumpukan sampah yang menggunung di jembatan penghubung Bojongkulur (Bogor) dan Bantargebang (Bekasi) memicu banjir hingga ketinggian 4,5 meter.

Langkah Desakan KP2C kepada Pemerintah:

​Pencegahan di Sumber: Penanganan tidak boleh hanya berfokus pada pembersihan sampah di area hilir, melainkan harus menghentikan pembuangan dari titik awal.

Edukasi & Penindakan Hukum: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dan pihak kecamatan didesak memberikan pembinaan masif serta sanksi tegas bagi pelaku pembuangan sampah liar.

Pengawasan Ketat: Menginstruksikan patroli rutin di titik-titik rawan pembuangan sampah di sepanjang Kali Citeureup dan hulu Cileungsi.

​KP2C menegaskan agar pemerintah daerah tidak lambat merespons dan menunggu banjir bandang susulan terjadi sebelum mengambil tindakan nyata di lapangan.(rul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *