
BOGOR –
Aksi pencurian kembali menyasar toko ritel modern di wilayah Kabupaten Bogor. Kali ini, sebuah minimarket yang berlokasi di kawasan Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, menjadi sasaran pembobolan maling yang mengakibatkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Peristiwa ini diduga kuat terjadi pada dini hari saat kondisi toko sedang kosong tanpa penjagaan. Pelaku disinyalir merupakan spesialis pembobol bangunan, melihat rapinya cara mereka mengakses area dalam toko.
Kronologi Kejadian
Kejadian pertama kali diketahui oleh karyawan minimarket pada Rabu (8/4/2026) pagi saat hendak membuka toko. Mereka mendapati ruangan dalam kondisi berantakan dan sejumlah barang dagangan telah raib dari rak display maupun gudang penyimpanan.
Kapolsek Citeureup, Kompol Edi Santoso, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari manajemen minimarket.
“Laporan sudah kami terima. Pihak minimarket sudah membuat laporan resmi hari ini. Saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kompol Edi Santoso, Rabu (8/4).
Modus Operandi Pelaku
Berdasarkan hasil olah TKP awal, pelaku masuk dengan cara membobol dinding bagian belakang bangunan. Lokasi dinding yang tersembunyi dari pantauan jalan raya diduga memudahkan pelaku untuk beraksi tanpa mengundang kecurigaan warga sekitar.
”Barang-barang di dalam toko sudah banyak yang hilang. Kondisinya juga acak-acakan saat pertama kali ditemukan oleh karyawan,” tambah Kapolsek.
Estimasi Kerugian
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa minimnya penjagaan pada malam hari menjadi celah bagi pelaku untuk leluasa menggasak isi toko. Hingga saat ini, total kerugian materiil yang diderita pihak ritel diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Saat ini, pihak Kepolisian Sektor Citeureup tengah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengidentifikasi identitas pelaku.
“Kami akan terus melakukan penyelidikan dan berupaya secepatnya mengungkap serta menangkap pelaku,” tegas Kompol Edi.(tri)
