Pedagang Diduga Jual Suntikan Bekas ke Siswa, Kepala Puskesmas Tajur Minta Oknum Ditindak

BOGOR –

Dunia pendidikan di Bogor dihebohkan dengan aksi nekat sejumlah pedagang mainan yang diduga menjual alat suntik lengkap dengan jarum bekas kepada anak-anak sekolah. Bahaya mengintai para siswa karena barang medis tak steril tersebut diperjualbelikan secara bebas untuk dijadikan sarana bermain.

​Aksi berbahaya ini memicu keresahan mendalam di kalangan pendidik. Merespons ancaman keselamatan murid-muridnya, sejumlah guru langsung turun tangan mendatangi dan menegur keras para pedagang agar menghentikan aktivitas jual beli alat kesehatan tersebut.

​Dugaan penjualan alat suntik bekas ini turut mendapat perhatian serius dari pihak medis. Kepala Puskesmas Tajur Yuli, menegaskan, bahwa alat kesehatan seperti jarum suntik sama sekali tidak boleh dijual bebas, terlebih dijadikan mainan anak-anak.

​”Tidak boleh pedagang menjual alat kesehatan, apalagi berupa suntikan lengkap dengan jarumnya. Itu sangat berbahaya. Itu tidak steril, bisa jadi barang bekas. Kalau bisa, oknum pedagangnya ditindak,” ujarnaa saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/26).

​Ia menjelaskan bahwa bahaya utama terletak pada risiko penularan penyakit menular serta cedera fisik jika jarum tak steril tersebut mengenai atau menusuk kulit anak-anak.

​”Kalau tertusuk sesama anak kemudian itu mengandung penyakit berbahaya, bagaimana? Pedagang bisa bertanggung jawab atau tidak? Kalau bandel, laporkan kepada aparat saja yang begitu,” tegasnya.

​Yuli mengimbau, seluruh siswa untuk tidak membeli atau menyentuh mainan berbuntut bahaya tersebut. Di saat yang sama, ia mendesak para pedagang di sekitar lingkungan sekolah untuk sadar dan segera menghentikan penjualan barang-barang yang dapat mengancam keselamatan anak.(Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *