Bernostalgia di Paris van Java: AHY Vespaan Telusuri Jejak Remaja di Bandung

Bandung – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Founder Overlanding Indonesia (OVI) yang juga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memenuhi undangan Overlanding Indonesia Jawa Barat bersama ratusan pecinta Vespa untuk menjelajahi kawasan heritage Kota Bandung, Sabtu (18/7).

Mengawali perjalanan dari kawasan Laswi Heritage dan Gudang Perkeretaapian Kosambi yang kini bertransformasi menjadi ruang kreatif publik, AHY bersama para riders menempuh rute sepanjang sekitar 10 kilometer melintasi sejumlah ikon bersejarah Kota Bandung, seperti Titik Nol Kilometer, Gedung Merdeka (Museum Konferensi Asia Afrika), Hotel Savoy Homann, hingga Hotel Preanger. Rangkaian perjalanan ini menjadi momentum bernostalgia sekaligus menghidupkan kembali semangat sejarah di jantung Kota Bandung yang dikenal sebagai Parijs van Java.

AHY mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Kota Bandung karena menghabiskan masa remajanya di kota tersebut.

“Saya senang sekali setelah menyusuri Kota Bandung yang penuh dengan kenangan tadi pagi. Udaranya juga bagus sekali, pohonnya rindang, udaranya sejuk, dan penuh dengan nostalgia. Saya bisa dikatakan tumbuh remaja di Kota Bandung, sehingga banyak sekali kenangan di sini. Bandung bukan hanya kota yang indah dan cantik, tetapi juga kota yang kreatif, yang sejak dulu memiliki komunitas yang sangat kuat, klub yang begitu banyak, dan perkumpulan yang hidup,” ujar AHY.

AHY juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme komunitas yang begitu besar dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang semakin luas antara Overlanding Indonesia dan berbagai komunitas di masa mendatang.

“Menurut penuturan Pak Arief Rahman, masih banyak yang ingin bergabung, tetapi karena keterbatasan ruang belum semuanya dapat ikut. Insyaallah ini menjadi kick off dari kebersamaan kita ke depan. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik karena niat kita juga baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, AHY kembali menegaskan filosofi berdirinya Overlanding Indonesia. Menurutnya, OVI sejak awal dibangun bukan sekadar sebagai komunitas otomotif, melainkan sebagai gerakan yang memiliki misi sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan.

“Saya yang memang berlatar belakang militer dan senang berkegiatan di alam, tergerak mendirikan sebuah komunitas. Tetapi lebih dari sekadar komunitas otomotif, saya ingin menghadirkan sebuah gerakan moral, sebuah spirit bagi siapa pun yang ingin menjelajah alam Indonesia. Bukan hanya karena hobi, tetapi juga untuk melihat dari dekat dan merasakan langsung apa yang dimiliki Indonesia. Itulah mengapa spirit Overlanding Indonesia juga untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkap AHY.

Ia menjelaskan, Overlanding Indonesia hadir dengan misi mempromosikan pariwisata nasional, menggerakkan perekonomian masyarakat lokal, sekaligus menjalankan berbagai aksi kemanusiaan, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Komitmen tersebut telah diwujudkan melalui berbagai keterlibatan OVI dalam penanganan bencana di berbagai daerah, termasuk saat membantu penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera.

Lebih lanjut, AHY mengajak seluruh komunitas otomotif untuk terus memperkuat persaudaraan, kolaborasi, dan semangat saling membantu.

“Tentu kita ingin terus membangun kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi agar Overlanding Indonesia menjadi wadah, menjadi rumah besar bagi semua. Komunitas Vespa memiliki slogan ‘Satu Vespa Sejuta Saudara’. Semangat itu harus terus kita jaga. Banyaknya komunitas jangan sampai membuat kita semakin eksklusif, apalagi sampai terjadi gesekan atau benturan satu sama lain. Justru kita harus semakin rukun dan saling menguatkan,” pesannya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, AHY bersama Overlanding Indonesia menyerahkan bingkisan berupa perlengkapan sekolah kepada anak-anak yatim piatu. Aksi sosial tersebut menjadi simbol bahwa semangat kebersamaan yang dibangun melalui hobi dan komunitas harus selalu bermuara pada kepedulian serta kebermanfaatan bagi masyarakat. (Tim)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *