BOGOR-
Gelombang aksi pencurian hewan ternak di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, telah memasuki tahap mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu singkat, puluhan ekor ternak milik warga raib digondol maling dengan modus yang semakin nekat dan brutal.
Kejadian terbaru menimpa Toro, warga Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup. Ia harus kehilangan domba jantannya (bandot) yang diperkirakan terjadi pada waktu subuh.
”Sepertinya subuh saat pencuriannya, karena jam 2 dini hari saya lihat bandot saya masih ada. Kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta,” ungkap Toro dengan nada kecewa.
Modus Potong di Tempat
Aksi para pelaku tergolong sangat berani. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa para pencuri tidak hanya membawa kabur ternak hidup-hidup, tetapi juga melakukan eksekusi di lokasi. Di wilayah Hambalang, dilaporkan sebanyak 8 ekor kambing ditemukan sudah dipotong langsung di dalam kandang oleh pelaku sebelum dibawa lari.
Kejadian serupa juga menghantam wilayah Malimping, Desa Sukahati, di mana sedikitnya 4 ekor kambing milik warga dilaporkan raib. Rentetan peristiwa ini menciptakan keresahan hebat bagi para peternak kecil yang menggantungkan ekonomi keluarga pada hewan ternak tersebut.
Warga Geram dan Desak Aparat
Maraknya kasus yang terjadi berulang kali tanpa adanya penangkapan membuat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan wilayah mulai luntur. Warga menilai patroli keamanan belum menyentuh titik-titik rawan pada jam-jam krusial.
“Kejadian ini bukan sekali dua kali. Sudah sering, tapi pelakunya belum pernah tertangkap. Kami jadi was-was setiap malam,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum, baik dari kepolisian sektor setempat maupun pihak terkait, untuk tidak “tutup mata” atas fenomena ini. Warga menuntut adanya tindakan nyata berupa peningkatan intensitas patroli malam dan pengungkapan jaringan pencuri ternak yang diduga sudah sangat profesional.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa adanya tindakan tegas dan pencegahan preventif, warga khawatir kerugian materi akan semakin besar dan situasi kondusivitas di wilayah Citeureup akan terganggu.(tri)
