
Setelah sukses meluncurkan film debutnya Pocong Merah pada 19 Februari 2026, rumah produksi Checklist Cinema kembali menyiapkan proyek film terbarunya yang berjudul “Sayap Kecil: Praja Muda Karana.” Film ini diproduksi bekerja sama dengan PT Klik Media Cinema Bogor dan digadang-gadang menjadi tontonan yang berbeda di tengah maraknya film horor di industri perfilman Indonesia.
Film Sayap Kecil: Praja Muda Karana menghadirkan tema inspiratif dan edukatif yang mengangkat nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan, serta semangat perjuangan generasi muda. Proyek ini juga dikabarkan melibatkan beberapa anggota Pramuka resmi dan telah memperoleh restu dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka, sehingga diharapkan mampu merepresentasikan nilai-nilai Pramuka secara autentik di layar lebar.
Dari sisi kreatif, formasi utama tim produksi tidak banyak berubah. Film ini akan kembali disutradarai oleh Hendra Lee bersama tim kreatif dari Checklist Cinema, sementara posisi Executive Producer dipercayakan kepada Aldi Supriyadi.
Kehadiran film ini disebut-sebut sebagai “oase” di tengah dominasi film horor yang saat ini marak di bioskop. Sayap Kecil menawarkan kisah yang hangat, inspiratif, serta sarat pesan moral bagi generasi muda.
Secara garis besar, film ini menceritakan perjalanan Lilis (14), seorang gadis sederhana anak petani teh dari Desa Malasari, Bogor. Lilis dikenal kuat, rendah hati, dan memiliki tekad besar untuk meraih cita-cita. Ia terpilih menjadi pemimpin regu Pramuka bernama “Sayap Kecil”, sebuah regu yang selama ini dianggap paling lemah dan tidak berpotensi.
Dengan latar belakang keluarga sederhana serta berbagai stigma sosial yang melekat, Lilis berusaha membangun kekuatan regunya melalui kesabaran, empati, serta kepemimpinan yang inklusif. Di sisi lain, mereka harus menghadapi rivalitas dengan regu elit “Mawar” yang dipimpin oleh Deboran.
Konflik memuncak ketika lomba Pramuka tingkat kabupaten berubah menjadi situasi darurat. Seorang anggota dari regu lain bernama Acun terjatuh ke jurang di tengah hutan. Dalam momen krusial di ambang kemenangan, Lilis dihadapkan pada pilihan sulit: mengejar gelar juara atau menyelamatkan nyawa temannya.
Lilis memilih memimpin proses evakuasi, bahkan menyatukan regu-regu yang sebelumnya saling bersaing untuk menolong Acun. Keputusan tersebut membuat regu Sayap Kecil gagal meraih juara, namun keberanian dan integritas mereka mendapatkan penghargaan khusus dari Bupati Bogor.
Cerita kemudian melompat ke masa depan, ketika Lilis telah menjadi seorang taruni akademi militer dan kembali bertemu dengan Acun. Di dunia yang lebih keras, keduanya menyadari bahwa pengorbanan kecil yang mereka lakukan di masa lalu telah membentuk karakter, ketahanan, dan nilai hidup mereka hari ini.
Melalui kisah ini, Sayap Kecil: Praja Muda Karana menghadirkan cerita tentang kepemimpinan perempuan, persahabatan lintas kelas sosial, serta nilai-nilai Pramuka sebagai bagian dari identitas nasional. Film ini ingin menunjukkan bahwa keberanian untuk memilih hal yang benar sering kali meninggalkan jejak moral yang jauh lebih besar daripada kemenangan semata.
Saat ini film Sayap Kecil: Praja Muda Karana tengah memasuki tahap persiapan produksi dan direncanakan segera memulai proses syuting dalam waktu dekat.
