Korea, Klikterus.Com – Siapa disini penggembar berat drakor (drama korea)? Sudah berapa judul yang kamu nonton nih? Drama Korea saat ini menjadi favorit setial orang dari berbagai kalangan. Biasanya drakor banyak dinikmati ketika waktu luang atau sedang mencari tontonan yang bisa disaksikan bersama keluarga di akhir pekan. Jalan cerita yang menarik, visual para aktor dan aktris, serta latar tempat dan waktu yang sempurna di setiap episodenya membuat kita semakin takjub dan memiliki keinginan untuk terus menontonnya.
Saat ini, berbagai drama korea dengan berbagai genre bisa kamu saksikan di berbagai platform online ada yang gratis dan berlangganan setiap bulannya. Tapi, tahukah kamu dalam produksi suatu drama ada berbagai kesulitan dan kendala yang tidak semua orang mengetahuinya. Tidak seindah yang kita bayangkan di setiap episodenya.
Berikut 7 fakta dibalik proses produksi suatu drama korea yang buat kamu tercengang.
1. Lingkungan kerja yang tidak sehat dan bersahabat

Selain tekanan kerja, ternyata lingkungan kerjanya juga tidak ramah. Para kru pada beberapa drama lebih memilih hasil akting artisnya dibandingkan rasa kekeluargaan.
Bila aktris atau aktor kelelahan, mereka cenderung tidak peduli dan seleb tersebut harus melanjutkan penampilannya.
2. Tekanan Kerja Mengerikan
Penayangan drakor biasanya satu kali dalam sepekan. Walaupun demikian untuk mengejar kesempurnaan adegan tiap episodenya para kru film akan menetapkan jadwal syuting yang padat.
Hal ini juga berlaku bagi aktris dan aktor, bahkan mereka sering kali tidak mendapatkan waktu beristirahat dan makan yang cukup. Alhasil banyak aktris yang masuk rumah sakit karena kelelahan.
3. Perubahan script
Beberapa drama kadang mengubah naskah sewaktu-waktu. Hal tersebut didasari karena rating yang menurun atau adegan yang kurang sesuai dengan image aktris maupun aktornya.
Padahal usaha dalam mengingat serta menjiwai peran tentu bukan hal yang mudah bukan? Saat para artis tersebut tengah mengistirahatkan tubuh maupun otaknya, mereka harus rela dijejali dengan skrip baru.
4. Rating yang utama
Alasan buruknya sistem syuting drama Korea lagi-lagi tak lepas dari ambisi mengejar rating. Tim produksi tak segan-segan mengedit isi drama sesuai dengan keingian penonton atau syuting dadakan sebelum ditayangkan.
Kadang jalan ceritanya meningkat dan meneruskan syuting hingga siang di hari penayangan episode tersebut. Keinginan penonton pun berubah-ubah dan jika tak dituruti maka mereka akan berpaling. Masalahnya, serial drama di Korea Selatan bersaing dengan Amerika dan Jepang yang bisa diakses melalui Internet.
5. Kontrak yang Mengikat
Beberapa kru dalam drakor akan menawarkan kontrak yang tidak bisa diubah lagi. Dengan kata lain, aktris dan aktor yang akan memerankan tokoh dalam drama harus tunduk dalam setiap kontrak yang telah dibuat.
6. Kecelakaan di Lokasi Syuting
Insiden kecelakaan di lokasi syuting drama Korea sudah sangat sering terjadi. Hal ini bisa menimpa siapa saja, termasuk kru produksi dan bintang pemeran.
Misalnya saja yang terjadi pada drama ‘Hwayugi’. Pada saat proses persiapan syuting, seorang kru produksi terjatuh dari ketinggian lebih dari 3 meter. Kala itu ia dilaporkan sedang memasang lampu gantung atas permintaan seorang produser. Kru tersebut mengalami patah tulang punggung dan pinggul, juga mengalami tanda-tanda pendarahan otak.
