
Bogor-Anggota Komisi III DPRD Andi Permana dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bogor Zaenal Ashari memastikan 640 peserta program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja yang dikerjasamakan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Organisasi Pekerja Garment Indonesia (OPGI) tidak terkena pungutan liar (Pungli).
Hal itu, karena pelatihan yang berlaku empat tahap dan selama 20 hari itu sudah dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), melalui dana pokok pikiran DPRD Kabupaten Bogor Andi Permana selaku wakil rakyat.
“Saya pastikan para peserta program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja bidang menjahit ini betul-betul gratis, dan tidak terkena Pungli,” kata Andi Permana kepada awak media di Aula PGRI Parung, Jumat, 9 Juni 2023.
Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan alasan dirinya bersama Disnakertrans Kabupaten Bogor dan organisasi lainnya mengadakan program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja bidang menjahit karena peluangnya yang luas baik kebutuhan tenaga kerja maupun usaha.
“Para peserta pelatihan ketrampilan menjahit ini bisa bekerja, dan bisa juga membuka usaha konveksi atau lainnya hingga bisa mengentaskan angka pengangguran serta meningkatkan taraf hidupnya,” jelasnya.
Andi Permana meminta para peserta program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja bidang menjahit bisa memanfaatkan moment pelatihan ini, apalagi kedepan persaingan tenaga kerja bakal semakin ketat baik dari lulusan SMK, SMA, Diploma maupun sarjana.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Bogor Zainal Ashari juga memastikan bahwa peserta program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja bidang menjahit ini benar-benar gratis dan tidak ada Pungli.
“Kegiatan pelatihan ini walaupun membutuhkan anggaran yang terbilang besar terutama biaya hidup semasa pelatihan, namun semuanya bersumber dari APBD. Hingga kalau ada yang Pungli, silahkan laporkan ke saya atau ke wakil rakyat Andi Permana,” tukas Zainal Ashari.
Mantan Camat Cileungsi ini pun minta para peserta memanfaatkan kesempatan, apalagi banyak anak muda yang mendaftar, namun karena keterbatasan kuota hanya 640 peserta yang bisa mengikuti kegiatan program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja ini. (Rocky)
