
Bogor- Yusfitriadi pengamat politik dan kebijakan publik tak kaget terkait mundurnya Anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya atau Kang AW dari Partai Demokrat.
Hal itu karena sejak beberapa bulan terakhir, Kang AW kerap diisukan ingin mundur atau berhenti dari partai politik yang sudah melambungkan namanya dalam kancah politik di Kabupaten Bogor maupun Provonsi Jawa Barat.
“Terkait mundurnya Kang AW dari keanggotaan Partai Demokrat itu terlihat beberapa bulan terakhir indikasi dan desas-desusnya. Bahkan bukan hanya Kang AW, mungkin juga dialami oleh tokoh politik lain dengan atributif partai yang lain,” ungkap Yusfitriadi kepada awak media, Senin, 17 April 2023 kemarin.
Yusfitriadi menuturkan bahwa fenomena mundur lalu dilanjuti pindah partai politik yang lainnya sesuatu yang biasa-biasa saja, karena sulit mencari orang fanatik di partai politik, yang ada adalah perspektif kekuasaan.
“Fanatik dan loyalis terkadang hanya kita temukan dan akar rumlut partai politik. Sehingga saya tidak bisa berkomentar banyak. Karena kita tidak bisa menelisik lebih dalam sekuat apa dinamika di internal Partai Demokrat hingga kang AW ambil keputusan yang frontal,” terangnya.
Kang Yus sapaan akrabnya memahami Kang AW yang selama ini dibesarkan dan dimoncerkan karir politiknya melalui partai besutan Presiden Republik Indonesia ke 6 , Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Begitupun Kang AW yang sangat memberikan kontribusi besar terhadap raihan suara Partai Demokrat di Kabupaten Bpgor khususnya hingga menyumbangkan satu kursi ke DPR RI hingga DPRD Jawa Barat daerah pemilihan Kabupaten Bogor. Dengan keluarnya Kang AW dari Partai Demokrat tentu saja sedikit banyak akan berpengaruh, baik terhadap dinamika partai maupun terhadap partai politik yang bakal menjadi pelabuhan baru Kang AW dalam meniti karir politik,” tambah Kang Yus.
Selanjutnya. Pada sisi Partai Demokrat, tentu saja sejauh pengamatan saya Kang AW merupakan kader Partai Demokrat yang sangat kontributif, baik aspek menguatkan perannya sebagai anggota legislatif di Jawa Barat.
“Kang AW juga menguatkan kaderisasi partai politik, ia merawat konstituen partai demokrat. Sehingga Presidium Kahmi Jawa Barat itu memiliki kekuatan lebih pada figuritas bukan kekuatan partai politik tempatnya ia berlabuh kemarin. Sehingga dalam kondisi ini tentu saja Partai Demokrat akan kehilangan kader dan figur terbaiknya khususnya di Kabupaten Bogor,” lanjut founder Lembaga Studi Visi Nusantara ini.
Kang Yus sapaan akrabnya menjelaskan mundurnya Kang AW dari Partai Demokrat bisa berimplikasi kurang baik terhadap raihan suara partai besutan SBY pada pemilu 2024.
Selain itu, walaupun ia tidak paham persis masalah yang menjadikan Kang AW mundur dari Partai Demokrat, namun ketika masalah itu serius, maka Kang AW pasti menguatkan strategi perlawanan agar mantan partainya tidak meraih suara signifikan khususnya di Kabupaten Bogor.
” Hal yang bisa membantah perspektif tersebut adalah Partai Demokrat mampu menampilkan figur yang melebihi kapasitas Kang AW di Bumi Tegar Beriman, begitupun dalam perspektif partai politiknya yang baru yang menjadi pelabuhan politik Kang AW selanjutnya, tidak merta dengan mudah menerima sosok Kang AW dan pasukannya,” jelas Kang Yus. (Rocky)
