Shadow

Mentri Siti Nurbaya Optimis Lanjutkan Kinerja Positif Pembangunan LHK di Tahun 2023

Jakarta – Menteri LHK Siti Nurbaya didampingi Wamen LHK Alue Dohong melakukan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2023 dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja oleh Menteri LHK Siti Nurbaya dan para Pejabat Eselon I KLHK (27/12/2022).

Menteri Siti menyampaikan, pencapaian target pembangunan LHK yang sudah tercantum dalam DIPA Tahun 2023, dan komitmen dari Pejabat Tinggi dalam mengawal pelaksanaan anggaran yang dituangkan dalam perjanjian kinerja, merupakan komitmen bersama untuk menandai pelaksanaan anggaran KLHK Tahun Anggaran 2023.

“Saya optimis, kita mampu melanjutkan kinerja positif pembangunan LHK di tahun depan dengan pesan utama yaitu produktivitas tapak hutan dan lingkungan hidup untuk transformasi ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Alokasi APBN KLHK Tahun 2023 tidak sebesar Tahun 2022. Menteri Siti menyatakan hal ini menjadi tantangan yang harus dijawab dengan inovasi dan meningkatkan kreativitas. Menteri Siti juga menginstruksikan jajarannya untuk mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang dimiliki, dengan berbekal pada modal sosial yang kuat, modal instrumen diplomasi, modal sistem jaringan kerja dan sebagainya.

“Kita tengah mendorong pemaknaan sebuah hasil kerja Kementerian, tidak hanya pada tingkat output, tetapi juga outcome dan impact atau kerja berdampak,” ungkapnya.

Menteri Siti mengajak jajarannya untuk terus mendorong pergerakan milestone dari langkah korektif perbaikan, menuju peningkatan produktivitas lingkungan dan hutan serta perlindungannya.

“Kita perlu untuk menjaga momentum, untuk terus tumbuh dan semakin tangguh, termasuk dalam tugas-tugas di KLHK,” katanya.

Sebagaimana arahan Presiden, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2023 difokuskan untuk mendukung enam kebijakan. Pertama, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kedua, akselerasi reformasi sistem perlindungan sosial. Ketiga, melanjutkan pembangunan infrastruktur prioritas, khususnya infrastruktur pendukung transformasi ekonomi. Keempat, pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru, termasuk Ibu Kota Nusantara. Kelima, revitalisasi industri. Keenam, pemantapan reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi.

“Fokus pelaksanaan APBN tersebut perlu dijadikan dasar dalam pembangunan sektor LHK Tahun 2023, melalui langkah-langkah yang konsisten dan terukur,” ujar Menteri Siti.

Presiden juga memberikan arahan dalam pelaksanaan APBN 2023 harus dapat dikendalikan secara detail setiap belanja yang ada, tidak terjebak pada rutinitas, dan sedapat mungkin tidak hanya bekerja secara sektoral. K/L dan Pemda juga harus mendukung belanja produk-produk dalam negeri, khususnya produk UMKM, dengan meningkatkan persentase tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam pengadaan barang.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Siti juga menyampaikan sejumlah penghargaan yang diraih KLHK selama Tahun 2022 sebagai tanda dan apresiasi atas keseriusan, serta kerja sungguh-sungguh seluruh jajaran KLHK. Pertama, Opini Wajar Tanpa Pengecualian, untuk laporan keuangan
Kementerian. Kedua, penghargaan tertinggi Bhumandala Kanaka dari BIG untuk kategori tata kelola geospasial. Ketiga, peringkat pertama Indonesia SDG’s Actions Awards kategori Kementerian/Lembaga. Keempat, penghargaan kepada penyidik perempuan KLHK pada Asia Environmental Enforcement Awards kategori Gender Leadership and Women’s Empowerment. Kelima, penghargaan sebagai Badan Publik Informatif selama 4 tahun berturut-turut. Keenam, anugerah kearsipan dengan nilai sangat memuaskan dari Arsip Nasional RI. Ketujuh, penghargaan berbagai sistem informasi sebagai sistem inovasi KLHK seperti SIPUHH, SIMONTANA, dan Sipongi. Kedelapan, penghargaan atas penerapan kebijakan pengarusutamaan gender melalui alokasi atau penempatan ASN perempuan dalam Jabatan Tinggi Madya dan Pratama sebesar lebih dari 30%.

Meski begitu, Menteri Siti memberikan sejumlah catatan khususnya pada aspek pengawasan dan reformasi hukum. Menurutnya, seluruh jajaran KLHK harus semakin bertekad untuk memperbaikinya.

“Pada beberapa hal teknis kita sangat kuat. Tapi pada aspek administratif dan sistem penunjang, harus terus kita perkuat,” ungkapnya.

Tentu berbagai penghargaan yang diraih juga tidak luput dari langkah korektif yang dilakukan. Kinerja KLHK telah menunjukkan perbaikan kondisi lingkungan bagi pembangunan nasional. Kondisi lingkungan yang beragam dan kompleks ini, menuntun perbaikan kebijakan sesuai dengan kondisi tapak dan lansekap masing-masing wilayah.

“Saya meyakini bahwa kunci dalam menghadapi setiap tantangan terletak pada kekuatan kita untuk terus bersatu dan bahu membahu tiada henti menyiapkan kondisi lingkungan yang semakin baik. Saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh jajaran KLHK, dan semua pihak yang telah mendukung keberhasilan, perbaikan tata kelola, kerja-kerja kehutanan dan lingkungan,” pungkas Menteri Siti. (Fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *