Shadow

Disbudpar Kabupaten Bogor Selenggarakan Bimtek untuk Finalis Festival Wisata Desa 2020

Bogor – Rabu-kamis 19-20 Oktober 2022 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor menyelenggarakan Bimbingan teknis penyusunan proposal. Kegiatan merupakan rangkaian dari Festival Wisata Desa 2022 yang diselenggarakan oleh Bidang Destinasi Wisata, Seksi Pengembangan Destinasi Pariwisata.
Kadisbudpar, Deni Humaedi AS, S.IP., MM., menyampaikan bahwa finalis murni hasil keputusan dewan juri. Disbudpar tidak turut campur dalam menilai dan memutuskan nominee atau finalis.
“Kami Disbudpar telah mempercayakan pada juri untuk menentukan finalis. Kami tidak turut campur dalam keputusan juri. Semua ini tertuang dalam berita acara.” Ujarnya.
Kadisbudpar selanjutnya berpesan agar kegiatan ini menjadi sarana peningkatan kapasitas pengelola wisata di desa agar dapat berkembang menjadi desa wisata maju.
“Ini merupakan langkah Disbudpar untuk mendukung pengembangan desa wisata di Kabupaten Bogor. Pengembangan wisata berbasis potensi masyarakat dan sumberdaya lain yang berada di desa akan mendorong kemandirian ekonomi desa. Oleh karenanya, kami menyelenggarakan festival ini untuk mendorong tumbuhnya desa wisata. Desa-desa terutama nominee kategori rintisan diharapkan semakin berkembangan menjadi kategori berkembang dan maju. Kategori lain seharusnya lebih baik dan menjadi desa wisata termaju di Kabupaten Bogor. Wisata desa tumbuh, Kabupaten Bogor Tangguh.” Ungkapnya.
Pesan ini diperkuat oleh Kabid Destinasi Pariwisata, Yogi Tritugastyo, SE, MM. yang menyebutkan bahwa seluruh nominee harus jujur dan serius dalam mengikuti festival. Jujur dalam artian tidak mengada-ngada akan apapun yang telah disebutkan sebagai potensi wisata di desa. Dan serius dalam artian betul-betul memanfaatkan seluruh tahapan kegiatan untuk meningkatkan kualitas wisata desa.
“Kegiatan Festival Wisata Desa 2022 ini harus dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan sumberdaya yang ada menjadi desa wisata yang betul-betul meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat desa. Disbudpar telah memfasilitasi. Namun, tanpa keseriusan dalam bekerja mengembangkan potensi desa dari masyarakat desa dan pengelola maka kegiatan ini tidak ada artinya.” tutur Kabid Destinasi Wisata. (Ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *