Shadow

Kadisnakertrans Kabupaten Bogor Kerjanya, Cuma Kirim Surat Bupati Geram

CIBINONG-

Kinerja Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bogor yang hanya mampu berkirim surat. Saat banyaknya Pemutusan hubungan kerja (PHK) di wilayah Bumi Tegar Beriman, dinilai lemah oleh Bupati Bogor dan bakal dievaluasi.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan,
beliau bakal segera memanggil Kadisnakertrans terkait PHK yang semakin tidak terkendali. Bahkan Bupati juga sampai saat ini belum mendapatkan data terbaru terkait banyaknya PHK tersebut.

“Saya belum dapat data terbaru bahkan baru dengar dari teman-teman media terkait hal itu dan saya akan Panggil Kadisnya. Mengapa bisa banyak terjadi PHK tapi dinasnya santai-santai saja,” ujarnya saat ditemui Klikterus.Com di
Citeureup Jumat (12/2/21).

Keluarga Masyarakat Peduli Bogor (KMPB) Robbi Faisal mengatakan, seharusnya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bogor bertugas meringankan pekerjaan Bupati dan Wakil nya, bukan malah membebani pemimpinnya. Jika kondisi seperti itu lebih baik pejabat tersebut pecat saja dan harus mengundurkan diri.

“Mereka digaji besar bukan untuk berleha-leha. Jangan bekerja hanya menunggu laporan, itu tidak benar,” tagasnya saat dihubungi Wartawan Kamis (21/1/21).

Robbi menambahkan, harus diketahui dengan banyaknya Pemutusan hubungan kerja (PHK) berarti ada angka pemasukan daerah yang hilang. Sebab para buruh membayar pajak penghasilan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) jadi tidak terbayar.

“Maka jangan menyepelekan dengan adanya PHK karena banyak kerugian yang diterima oleh Pemerintah baik pusat atau daerah,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Disnakertrans Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bogor, Budi Mulyawan mengatakan, memang terhitung sejak Februari 2020 wabah Corona melanda sampai saat ini sudah sekitar sebelas ribu orang (11.000) ngagur yang terbagi menjadi dua ketagori. Mulai dari korban Pemutusan hubungan kerja (PHK) sampai di rumahkan yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

“Mulai dari Bogor Timur, Selatan, Utara dan Barat,” ujarnya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya Rabu (20/1/21).(Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *