Shadow

Meski Lansia, Jangan Malas Berolahraga

Klik Jakarta – Menentukan olahraga untuk lansia tidak dapat disamakan dengan olahraga untuk muda-mudi. Sebagian besar orang yang sudah menginjak usia 65 tahun ke atas memang dianjurkan mengurangi aktivitas berat, tetapi bukan berhenti begitu saja. Pasalnya, beraktivitas di masa senja memberikan sejumlah manfaat, seperti keseimbangan tubuh yang lebih stabil, mencegah penyakit, hingga menjaga ketajaman mental.

Olahraga atau aktivitas fisik untuk lansia perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi manula yang bersangkutan. Anda dapat memulainya dengan sesi konsultasi untuk memperoleh rekomendasi tipe aktivitas yang cocok dan batasan yang masih aman untuk tubuh mereka.

Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia atau WHOkriteria aktivitas fisik yang memenuhi kebutuhan para lansia di antaranya sebagai berikut.

 

Aktivitas Fisik Untuk Lansia

  1. Durasi minimal 150 menit untuk latihan fisik sedang atau 17 menit untuk latihan fisik berat dalam waktu seminggu;
  1. Setiap praktik, Anda harus memastikan durasinya berlangsung paling sebentar sepuluh menit. Jika partisipan sudah terbiasa dengan durasi anjuran tadi, maka biasakan olahraga untuk lansia dalam intensitas sedang selama 300 menit atau intensitas berat selama 150 menit sepekan;
  1. Sebagian besar lansia mempunyai kendala dalam koordinasi tubuh, sehingga membutuhkan sesi latihan keseimbangan minimal tiga kali seminggu, sedangkan untuk latihan otot minimal dua kali seminggu.

Ada banyak pilihan jenis olahraga atau aktivitas fisik untuk lansia yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk intensitas sedang, misalnya, jalan kaki jarak dekat, membersihkan rumah, bersepeda santai, naik tangga, hingga berkebun. Sementara itu, aktivitas berat meliputi berenang, tai chi, yoga, joging, jalan cepat, menggendong anak, sampai bulu tangkis.

Seperti yang telah disinggung, pemilihan kegiatan harus didiskusikan dengan dokter tepercaya. Jangan paksakan diri kalau olahraga yang ingin dilakukan malah membebani tubuh. Mulai secara perlahan dari hal-hal paling dasar, lalu tingkatkan kalau dirasa mampu menguasainya.

Cari juga teman sesama manula untuk meningkatkan motivasi, sehingga tujuan olahraga untuk lansia dapat tercapai tanpa mengalami hambatan.

 

Sumber: Kementrian Kesehatan republik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *