Shadow

PT. Telkom Bangun Bantuan Huntara Untuk Korban Gempa Palu

Klik Palu – Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) oleh BUMN untuk pengungsi korban bencana di Sulawesi Tengah.

Pasca bencana gempa yang menimpa Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantu menyediakan hunian sementara bagi para pengungsi yang rumahnya rusak berat. Menteri BUMN, Rini Soemarno meninjau lokasi bencana dan mendapatkan informasi jika kebutuhan pengungsi diantaranya adalah bangunan layak huni untuk tempat berlindung yang dilengkapi dengan fasilitas MCK, saluran air dan perlistrikan.

Dalam siaran pers BUMN juga menyebutkan selain membangun hunian sementara, sinergi BUMN juga turut membangunkan toilet dan sarana air bersih dibeberapa tempat guna memenuhi kebutuhan dasar para korban.

Sedangkan dari sektor energi, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga telah bergerak cepat untuk memulihkan kondisi perlistrikan yang terputus karena gempa. Setidaknya sudah 21 titik yang perlistrikannya telah dipulihkan oleh PLN guna mengembalikan roda perekonomian di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Selain titik perekonomian, PLN juga mengutamakan pembenahan pada sektor perkantoran pemerintahan sebanyak 17 titik, baik pemerintahan maupun TNI/Polri, 8 rumah sakit, 2 PDAM, 7 gereja dan 9 mesjid.

Selain PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), perusahaan yang berada dibawah naungan BUMN yang juga membangun hunian sementara adalah PT. Telkom. Perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi ini bekerja sama dengan pejabat wilayah setempat untuk mendirikan hunian sementara. Ditemui saat terjun langsung dalam pembangunan hunian sementara, Kepala desa Tangkulowi, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulteng, Cristo Towimba memberikan informasi terkait pembangunan hunian sementara ini.

“Proses pembangunan HUNTARA yang dilaksanakan oleh salah satu BUMN yaitu PT TELKOM yang dilaksanakan didesa Tangkulowi yang direncanakan akan dibangun sebanyak 38 unit. Kami atas nama pemerintah desa dan masyarakat desa Tangkulowi Mengucapkan terima kasih atas bantuannya dalam meringankan beban penderitaan masyarakat yang telah mengalami bencana alam beberapa waktu yang lalu”.

Bantuan dikirimkan dalam bentuk material dan tenaga kerja, sehingga para pengungsi dapat langsung menempati hunian sementara (huntara) tersebut begitu pembangunannya rampung digarap. (RZR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *