RIBUAN PESERTA SEKOLAH IBU KOTA BOGOR MENGGELAR WISUDA

KLIK-BOGOR , Ribuan peserta Sekolah Ibu dari Kecamatan Bogor Barat, Kecamatan Bogor Selatan dan Kecamatan Bogor Tengah resmi diwisuda di GOR Pajajaran, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Selasa ( 26/11/2019).

Sama seperti wisuda di universitas, para peserta wisuda memakai baju kebaya warna putih, rok kain tradisional, kerudung dengan warna sesuai kecamatannya dan tak ketinggalan topi toga.

Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Ketua Penggerak TP PKK Kota Bogor Yane Bima Arya yang juga merupakan inisiator Sekolah Ibu bertindak secara langsung memindahkan tali toga peserta wisuda.

Salah satu peserta Wisuda Sekolah Ibu dari Kecamatan Bogor Tengah, Helpi Sustiantari (30) mengaku ada perubahan pada dirinya setelah mengikuti Sekolah Ibu. Dirinya menjadi lebih mengerti cara berkomunikasi dengan suaminya yang pendiam.

Menurutnya, suaminya pun merasakan efek perubahan sikap dirinya setelah ikut Sekolah Ibu. Mengingat dirinya sendiri yang memang ingin ikut Sekolah Ibu karena menikah muda membuatnya belum terlalu memahami kehidupan pernikahan.

“Sekarang pernikahan saya sudah 8 tahun dan punya 2 anak. Saya senang bisa jadi bagian peserta Sekolah Ibu karena saya bukan hanya dapat ilmu tapi juga dapat teman. Saya harap banyak teman-teman saya yang juga ikut sekolah ibu,” katanya.

Di tempat yang sama, peserta Sekolah Ibu Kecamatan Bogor Barat Heni Saheni (46) mengatakan, berkat sekolah ibu dirinya menjadi lebih sabar dalam mengurus suami dan kedua anaknya. Hal ini dikarenakan materi-materi sekolah ibu yang sudah diajarkan merupakan ilmu kehidupan rumah tangga, baik itu sikap kepada suami, anak dan cara menjadi ibu mandiri.

“Sekolah Ibu sangat positif sampai suami dukung saya dengan selalu antar jemput saya. Harapan saya kedepannya Sekolah Ibu bisa terus berjalan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu suami peserta Sekolah Ibu, Suryadi (45) mengatakan, ia merasakan perubahan signifikan dari sikap istrinya yang menjadi lebih sabar, bersyukur, perhatian dan jadi memperhatikan penampilan saat di rumah.

Pasalnya, sebelum ikut Sekolah Ibu istrinya kerap cerewet dan sering mengeluh. Tak ayal, ia sangat mendukung program Sekolah Ibu untuk terus dilaksanakan dan dapat menambah kuota peserta setiap angkatannya.

“Saya yakin suami-suami yang lain juga kan ingin istrinya berubah lebih baik. Sekolah Ibu juga jadi kegiatan positif bagi ibu rumah tangga,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *