Di The Alana Sentul, Verde Hadirkan Authentic Italian Cuisine dengan Wellness Philosophy

Life Style193 views

BOGOR,  Klikterus.com – The Alana Hotel & Conference Center – Sentul City memperkuat konsep kulinernya melalui Verde Social Garden, restoran yang kini mengusung konsep Authentic Italian Cuisine with a Wellness Philosophy.

Konsep tersebut diperkenalkan kepada sejumlah media pada Jumat, 11 September 2026, dengan menghadirkan Executive Chef Verde Social Garden, Made Leon Candra Winata, serta General Manager The Alana Hotel & Conference Center – Sentul City, Benny Irnaldy.

Berbeda dengan restoran yang menawarkan beragam jenis makanan tanpa konsep yang kuat, Verde dikembangkan dengan identitas kuliner Italia yang lebih spesifik. Chef Leon mengatakan, ide tersebut bermula ketika dirinya melihat keberadaan pizza oven di restoran, namun merasa konsep kulinernya saat itu belum cukup kuat.

Menurutnya, sebuah restoran harus memiliki konsep yang jelas agar memiliki identitas dan alasan yang kuat bagi konsumen untuk datang.

“Restoran yang baik itu adalah restoran yang memiliki konsep. Ketika konsepnya enggak jelas, pasti restorannya enggak bakal jalan,” ujar Chef Leon.

Dari situlah kemudian muncul gagasan untuk menghadirkan kuliner Italia yang autentik dengan mengedepankan bahan-bahan segar dan proses pembuatan secara homemade.

Hampir seluruh pasta dan saus yang digunakan di Verde dibuat sendiri di dapur restoran. Pasta dibuat secara fresh menggunakan bahan dasar telur, sementara beberapa bahan seperti keju dan butter tetap diperoleh dari pemasok.

Chef Leon menjelaskan, penggunaan fresh pasta bukan hanya bertujuan mengejar cita rasa, tetapi juga menjadi bagian dari filosofi restoran dalam menghadirkan makanan yang lebih dekat dengan konsep real food.

“Homemade. Hampir semuanya, saus juga kita homemade di sini,” kata Chef Leon.

Sajikan Pasta Fresh dan Bahan Berkualitas

Salah satu karakteristik utama Verde adalah perhatian terhadap kualitas bahan baku. Chef Made bahkan menegaskan bahwa bahan makanan yang tidak memenuhi standar kesegaran tidak akan digunakan.

Ia mencontohkan bahan udang yang menjadi salah satu menu andalan. Jika kualitas udang yang datang dari pemasok tidak sesuai standar, bahan tersebut akan dikembalikan dan tidak dijual kepada pelanggan.

Konsep tersebut kemudian diterapkan dalam proses memasak hingga penyajian. Setiap bahan telah ditimbang dan dipersiapkan dengan takaran yang terukur sehingga proses memasak dapat berlangsung konsisten.

Bahkan, penggunaan timer menjadi bagian penting dalam proses pembuatan pasta.

Chef Leon menjelaskan, fresh pasta membutuhkan waktu pengolahan yang tepat. Jika terlalu lama dimasak, tekstur pasta dapat berubah dan kualitasnya menurun.

Karena itu, setiap tahapan di dapur dibuat terukur, mulai dari pengambilan bahan, proses memasak hingga plating. Dengan sistem tersebut, makanan diharapkan dapat sampai ke meja pelanggan dalam kondisi panas dan optimal.

“Karena kita buatnya fresh pasta. Kalau dia lebih dari satu menit bakalan hancur. Dan aku juga pengin sampai ke tamu tetap panas, karena pasta memang harus dimakan panas,” jelasnya.

Udang dan Penne Arrabbiata Jadi Menu Unggulan

Dari sejumlah menu yang ditawarkan, Chef Made merekomendasikan menu berbahan udang sebagai salah satu hidangan unggulan Verde.

Menu tersebut dinilai memiliki perpaduan rasa Indonesia dan Italia yang cukup dekat dengan selera masyarakat Indonesia, mulai dari rasa pedas, gurih hingga rasa manis alami dari udang.

Selain menu udang, Penne Arrabbiata juga menjadi salah satu menu yang direkomendasikan.

Pasta tersebut memiliki karakter rasa pedas yang kuat, namun tetap mempertahankan identitas kuliner Italia. Chef Leon bahkan menggambarkan sensasi pedasnya seperti menikmati mi pedas, tetapi tanpa penggunaan kecap.

Untuk makanan pembuka, Bruschetta menjadi salah satu rekomendasi. Hidangan tersebut dibuat menggunakan tomat cherry yang diolah secara segar.

Sementara untuk hidangan penutup, Chef Leon menyebut Panna Cotta sebagai salah satu favoritnya. Verde juga menyajikan Tiramisu, namun penggunaannya masih menjadi bagian dari pengembangan menu karena restoran tengah mencari alternatif bahan yang tetap mempertahankan karakter autentik tanpa menggunakan alkohol.

Wellness Bukan Sekadar Salad atau Diet

Konsep yang membedakan Verde dengan restoran Italia pada umumnya adalah filosofi wellness yang dibawa ke dalam makanan.

Chef Leon menilai masih banyak masyarakat yang memahami wellness hanya sebatas makanan rendah kalori atau salad untuk diet.

Padahal menurutnya, wellness memiliki konsep yang lebih luas dan berkaitan dengan bagaimana seseorang memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh.

“Wellness itu adalah makanan real food,” ujarnya.

Karena itu, Verde tidak sekadar menawarkan makanan yang disebut sehat, tetapi berusaha menggunakan bahan yang lebih segar, mengurangi penggunaan bahan artifisial serta memperhatikan kandungan nutrisi dari makanan yang disajikan.

Salah satu contohnya adalah pasta berbahan telur yang secara alami memberikan kandungan protein. Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan bahan lain seperti udang dan stock sehingga menghasilkan makanan yang tetap mengutamakan cita rasa sekaligus aspek nutrisi.

Untuk saat ini, Verde belum mencantumkan perhitungan kalori pada setiap menu. Namun, konsep tersebut akan dikembangkan lebih lanjut melalui restoran berikutnya yang tengah dipersiapkan, yakni Hydro.

The Alana Sentul Siapkan Ekosistem Wellness

General Manager The Alana Hotel & Conference Center – Sentul City, Benny Irnaldy, mengatakan konsep wellness bukan sekadar strategi untuk restoran, tetapi akan menjadi filosofi yang dikembangkan di lingkungan hotel.

Menurut Benny, gagasan tersebut mulai diperkuat pada 2026 setelah pihak hotel melihat bahwa konsep wellness memiliki relevansi yang semakin besar bagi masyarakat.

“2026 is a wellness year, tapi saya akan carry over terus every year. It’s become our philosophy lah hotel ini,” ujar Benny.

Menurutnya, wellness tidak harus diterjemahkan secara kaku sebagai larangan terhadap makanan atau aktivitas tertentu. Sebaliknya, The Alana Sentul ingin membawa konsep tersebut melalui edukasi kepada tamu.

Konsep wellness ke depan tidak hanya diterapkan pada restoran, tetapi juga akan dikembangkan dalam pengalaman menginap, kamar, hingga aktivitas Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE).

Benny mengatakan, pihak hotel tengah menyiapkan konsep wellness room yang salah satu pendekatannya adalah memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat kepada tamu.

Salah satunya melalui informasi mengenai lingkungan tidur yang nyaman, pemanfaatan balkon dan udara segar Sentul, hingga pilihan minuman seperti teh chamomile yang dapat dikonsumsi sebelum tidur.

“Jadi kita akan educate itu semua,” katanya.

Konsep serupa juga akan dibawa ke area meeting. The Alana Sentul yang selama ini memiliki pasar kuat di sektor MICE berencana menghadirkan pengalaman yang lebih sehat dan rileks bagi peserta pertemuan.

Mulai dari pemilihan musik, aroma ruangan hingga aktivitas relaksasi saat jeda meeting tengah dipertimbangkan sebagai bagian dari pengalaman wellness.

Verde Bukan Soft Opening maupun Grand Opening

Benny juga menegaskan bahwa agenda pengenalan Verde bukan merupakan soft opening maupun grand opening.

Verde sendiri telah hadir sekitar tiga tahun. Area tersebut sebelumnya dikembangkan secara bertahap dan pernah digunakan dengan konsep yang berbeda.

Kini, pihak hotel melakukan penguatan kembali terhadap identitas Verde dengan menghadirkan konsep kuliner Italia yang lebih jelas bersama Chef Made.

“Jadi kita lagi memperkenalkan menu baru, memperkuat lagi konsepnya, itu aja sih sebenarnya Verde ini,” ujar Benny.

Sementara itu, konsep baru yang benar-benar berbeda akan hadir melalui restoran Kayu, yang diproyeksikan mengusung konsep authentic charcoal cuisine.

Dari Verde, Kayu hingga Hydro

Pengembangan konsep kuliner tersebut menjadi bagian dari rencana lebih besar The Alana Sentul untuk membangun ekosistem wellness.

Selain Verde dan Kayu, terdapat pula rencana pengembangan Hydro yang akan dikaitkan dengan fasilitas kebugaran.

Benny mengungkapkan, terdapat rencana pengembangan fitness center sekitar 1.200 meter persegi yang akan dipadukan dengan konsep Hydro.

Jika Verde membawa kuliner Italia dengan pendekatan real food dan wellness philosophy, Hydro akan lebih spesifik pada kebutuhan nutrisi, termasuk bagi masyarakat yang memiliki target tertentu seperti menurunkan atau menaikkan berat badan maupun membutuhkan perhatian khusus terhadap asupan makanan.

Hydro juga direncanakan memiliki dukungan nutritionist serta fasilitas kebugaran, sehingga konsep wellness tidak berhenti pada makanan, tetapi menjadi sebuah pengalaman yang lebih menyeluruh.

Sementara Kayu akan menghadirkan konsep kuliner yang berbeda dengan mengandalkan teknik memasak menggunakan charcoal.

Menurut Chef Made, teknik tersebut akan memberikan karakter rasa berbeda, terutama untuk bahan seperti ikan dan berbagai produk segar.

Menariknya, Kayu nantinya tidak akan memiliki terlalu banyak menu reguler. Sebagian menu justru akan bergantung pada bahan segar yang diperoleh dari nelayan maupun pemasok pada hari tersebut.

Konsep tersebut memungkinkan menu berubah mengikuti bahan yang tersedia dan berada dalam kondisi paling segar.

Bangun Pengalaman Kuliner yang Lebih Personal

Selain kualitas makanan, The Alana Sentul juga ingin mengembangkan konsep pelayanan yang lebih personal melalui pendekatan omakase.

Namun, konsep omakase yang dimaksud tidak sekadar identik dengan makanan mahal seperti pemahaman yang selama ini berkembang di masyarakat.

Benny memandang omakase sebagai bentuk keramahtamahan ketika seseorang menjamu tamu dengan hidangan terbaik yang tersedia.

Konsep itu nantinya akan diterapkan dengan membangun komunikasi antara chef dan pelanggan, mulai dari menanyakan selera, alergi, tingkat kepedasan hingga preferensi makanan sebelum hidangan disiapkan.

“Once you like that food, once you love that service, price doesn’t matter,” ujar Benny.

Melalui rangkaian pengembangan tersebut, The Alana Hotel & Conference Center – Sentul City ingin menjadikan wellness bukan sekadar label restoran atau hotel, tetapi sebuah pengalaman yang dipelajari dan dijalani bersama oleh tamu.

Verde menjadi langkah awal melalui makanan. Selanjutnya, konsep tersebut akan dikembangkan ke restoran Kayu, Hydro, kamar, fasilitas kebugaran hingga pengalaman MICE.

Dengan demikian, Verde Authentic Italian Cuisine with a Wellness Philosophy tidak hanya menawarkan cita rasa Italia di kawasan Sentul, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi The Alana Sentul dalam membawa edukasi healthy living dan wellness ke berbagai sisi pengalaman tamunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *