Shadow

Garuda KPP-RI Siap Demo Kecamatan Citeureup, Kesurupan Proyek 2023

CITEUREUP-

Dewan Pembina Pimpinan Cabang Generasi Muda Kesatuan Penerus Perjuangan Republik Indonesia (Garuda KPP-RI) Reza Sangardia Alfarisi mengatakan, pihaknya merasa geram dengan kelakukan pihak Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor yang kesurupan proyek pada akhir tahun 2023 bernilai ratusan juta lebih dan terkesan dipaksakan.

Reza mengatakan, dirinya siap mengerahkan pasukan untuk melakukan unjuk rasa di depan kantor kecamatan, guna mempertanyakan pekerjaan yang juga dukeluhkan masyarakat tersebut.
Apalagi masih ia menambahkan, saat ini kondisi warga sedang kesulitan masalah ekonomi yang seharus dana tersebut bisa dipergunakan untuk kepentingan yang langsung menyentuh warganya, bukan malah menghambur-hamburkan begitu.

“Kami segera bersurat ke polsek dan kecamatan untuk melakukan demo secepatnya,” tegas Reza saat dihubungi bogorOnline.com Rabu (27/12/23).

Sebelumnya, Jelang akhir tahun 2023 Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor ke surupan proyek ratusan juta rupiah yang terkesan
dipaksakan akhir tahun ini harus selesai.

Hal tersebut seperti pantauan wartawan di lokasi mulai dari pembangunan taman pasif sederhana Cv Biotope segar alam
31.000.000,01 (Tiga Puluh Satu Juta Koma Nol Satu Rupiah), Parkir (Canopy) kecamatan Cv Panji wulung pratama 67.700.000,37 (Enam Puluh Tujuh Juta Tujuh Ratus Koma Tiga Puluh
Tujuh Rupiah) dan Renovasi bangunan bekas rumah dinas camat kisaran dua ratus juta, karena tidak dilengkapi papan proyek menimbulkan pertanyaan publik.

Sabar salah satu warga sekitar mengatakan, dirinya melihat renovasi bangunan bekas rumah dinas tidak dilengkapi papan nama, dengan memasang baja ringan menggunakan
genting yang sama ditambah pengecatan ulang tembok.

“Masa dananya besar tapi pekerjaanya sedikit, biar untungnya banyak. Maka
camat harusnya tahu dan bertindak, karena pihak kecamatan sebagai pengawas. Melalui penunjukan langsung (Pl),” tegasnya di lokasi Rabu (27/12/23).

Terpisah Sekretaris Kecamatan Citeureup (Sekcam) Lutfi Sahara yang juga sebagai Pejabat pembuat komitmen (Ppk) saat dihubungi justru lempar handuk.

“Tanyakan saja sama Maulina saya kurang paham singkatnya,” saat dihubungi wartawan melalui WhatsApp (Wa) pribadinya hari ini.(tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *