Shadow

BBM Naik Ojek Dan Supir Nangis, Pejabat Hannya Tersenyum Manis

CITEUREUP

Rencana Pemerintah untuk menaikan BBM pertalite mendapat penolakan dari para supir angkot dan ojek. Mereka merasa sangat keberatan karena akan berdampak, pada pendapatan dan naiknya harga sembako.

Nanang (42) supir angkot jurusan Babakan madang- Citeureup sangat keberatan dengan wacana yang bakal menaikan BBM jenis pertalit. Karena dampaknya sangat terasa, penumpang makin sepi dan akhirnya setoran tidak tertutup. Jika BBM naik Penumpang makin sepi.

Bbm naik ongkos pasti naik penumpang kabur pada beli motor, Kalau sudah begini kami hanya bisa pasrah. Biarpun hati kami menangis,” jelasnya kepada klikterus.com (28/8/22).

Hal senada juga dikatakan Aep tukang ojek pangkalan mengatakan, keberatan jika harga naik yang ngojek makin langka. Orang kecil ini yang jadi korban kebijakan Pemerintah. Tapi masih ia menjelaskan, Pejabat negara mau naik bbm 1 juta juga gak masalah duitnya banyak fasilitas tercukupi mereka hanya tersenyum manis.
Ditambah lanjut ia mengeluhkan, BBM naik bahan pokok pasti naik semua harga jadi naik,makin susah aja hidup rakyat jelata.

“Apa lagi harga terigu dan daging ayam bukan lagi naik tetapi terbang bebas. Harga terigu dan daging ayam membuat pedagang harus memutar otak agar tetap dapat berjualan. Terigu 25kg/Rp 265 ribu rupiah yang sebelumnya 210 rupiah,daging ayam negri 1kg/40 ribu rupiah,” keluhnya.

Ayub (27) salah satu pedagang mie yang membuka usaha dijalan Pahlawan Citeureup mengatakan, bahwa kenaikan harga terigu membuatnya semakin berat dan jauh dari keuntungan. Karena selain harga terigu yang terus merangkak naik harga daging ayam dan kebutuhan pokok lainya juga masih belum turun. Seperti bawang merah 40ribu/kg,Cabe rawit 60ribu/kg,bawang putih 40ribu/kg.

“Kalau kondisinya seperti ini terus saya bisa tutup karena keuntungan semakin menipis,” kesalnya.

Ditempat terpisah Fredy (30) pedagang ayam goreng tepung menambahkan, dirinya berharap harga terigu dapat segera normal kembali sehingga dapat terus berjualan. Karena saat ini selain terigu minyak masih mahal. Semoga saja Pemerintah dapat segera melihat kondisi saat ini.

“Saat ini yang dapat saya lakukan hanya bertahan walau keuntungan, sangat tidak sesuai yang diharapkan,” tambahnya.(tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *