Bogor – Festival Film Kabupaten Bogor atau disingkat FFKB lahir dari keresahan sineas Kabupaten Bogor melihat persaingan perfilman Indonesia yang semakin ketat, sehingga muncul keprihatinan. Adalah TB. ULE SULAEMAN. S yang kemudian berpikir bagaimana perfilman kabupaten Bogor bisa tumbuh dan berdikari di kota kelahirannya sendiri?
Inisiatif itu digagas oleh *TB. Ule Sulaeman, S*, penulis skenario film dan sinetron asal Kecamatan Parungpanjang. Beliau menggagas wadah untuk menjaring dan mengumpulkan sineas dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Dari keresahan itu, lahirlah Festival Film Kabupaten Bogor.
Dan akhirnya pada Desember 2025, FFKB pertama kali digelar. Hasilnya di luar dugaan: 23 kecamatan dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor berhasil mengirimkan sineas dan karyanya. Penyelenggaraan perdana ini membuktikan bahwa talenta sineas Bogor sangat menjanjikan dan potensial.
Keberhasilan itu menguatkan keyakinan: cita-cita sineas kabupaten Bogor berdiri di kaki sendiri bisa terwujud. Bahkan Kabupaten Bogor berpeluang menjadi *Kota Film* jika setiap tahun bisa diproduksi 40 film dari 40 kecamatan melalui FFKB. Dan Mimpi besarnya: setiap tahun lahir 1 film besar karya sineas Bogor yang tayang di seluruh bioskop Kabupaten Bogor. Ditambah bioskop-bioskop kecil di setiap kecamatan, maka gerakan ini akan semakin mendorong lahirnya *Kabupaten Bogor Kota Film*.
TB. Ule Sulaeman, S menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Disparekraf, serta para sineas Kabupaten Bogor yang mau berjuang bersama memajukan perfilman kabupaten bogor menuju *Kabupaten Bogor Kota Film*. (Tim)
