
BOGOR – Kenaikan harga bahan pokok kembali membuat warga resah. Sejumlah pedagang kecil di Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor, mengeluhkan lonjakan harga yang terjadi secara tiba-tiba sejak Kamis malam (30/10).
Salah satu pedagang makanan, Bu Cucu, mengaku kesal karena harga sejumlah kebutuhan pokok naik tajam dalam waktu singkat.
“Baru kemarin bawang merah Rp31 ribu per kilogram, pagi ini sudah Rp41 ribu. Naiknya sampai 100 persen. Saya tanya ke pedagang penyebabnya apa, mereka malah cengengesan bilang nggak tahu,” ujar Bu Cucu dengan nada kesal saat ditemui di Pasar Citeureup, Jumat (31/10).
Berikut daftar harga bahan pokok di Pasar Citeureup per Jumat (31/10/2025):
- Bawang merah: Rp41.000/kg
- Bawang putih: Rp40.000/kg
- Ayam potong: Rp40.000/kg
- Cabai keriting: Rp60.000/kg
- Cabai rawit setan: Rp50.000/kg
- Minyak goreng kemasan: Rp19.000/liter
- Beras: Rp11.000/kg
- Telur ayam: Rp32.000/kg
- Terigu: Rp10.000/kg
Menurut Bu Cucu, kenaikan harga ini sangat memberatkan pedagang kecil.
“Kami jualan makanan jadi tidak dapat untung. Harga bahan baku naik terus, tapi kami tidak mungkin ikut menaikkan harga jual setiap hari,” keluhnya kepada klikterus.com.
Ia menduga kenaikan harga tidak berasal dari petani, melainkan akibat permainan harga di tingkat pedagang besar.
“Saya curiga ini bukan dari petani, tapi permainan para pedagang. Harusnya dinas terkait turun ke lapangan, jangan cuma duduk di kantor,” ujarnya tegas.
Bu Cucu juga berharap pemerintah daerah maupun pusat benar-benar melakukan pengawasan dan penertiban di pasar tradisional.
“Operasi pasar itu katanya untuk menstabilkan harga, tapi yang dapat malah segelintir orang dan belinya pakai kupon. Kami pedagang kecil tetap saja tidak kebagian. Operasi pasar jangan cuma sekali sebulan, tapi tiap hari,” pungkasnya.(tri)
