Shadow

Pacu Adrenalin di JSI Resort

BOGOR – Bagi Anda penggemar off-road dan ingin berlibur bersama keluarga, Jeep Station Indonesia (JSI) Resort bisa menjadi destinasi wisata yang tepat untuk Anda kunjungi. Di kawasan wisata seluas 25 hektare ini, ada trek off road buatan yang tercatat di Museum Rekor Indonesia kategori olahraga pacu adrenalin.

Wisata di tengah pandemi, Jeep Station Indonesia (JSI) Resort, selalu berusaha memberi jaminan kepada pengunjung mengenai keamanan dari paparan Covid-19. Hal ini dilakukan mengikuti imbauan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ya, dari masuk ke gerbang wahana off-road ini, kendaraan pengunjung yang datang harus melewati gerbang disinfektan. Selain itu, setiap orang pun diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermo gun, serta diwajibkan menggunakan masker kala beraktivitas di areal JSI.

Pun begitu dengan para pegawai. Mereka selalu dibekali masker agar saat berinteraksi dengan pengunjung, tidak saling menularkan virus. Belum lagi, adanya washtafel lengkap dengan sabun dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di seluruh penjuru resort.

“Semoga ini bisa memberi jaminan dan meyakinkan pengunjung bahwa JSI aman. Memberi keamanan, kenyamanan adalah prioritas kami. Karena kami sudah memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik,” ujar Manajer Operasional JSI Resort, Toto Hermawan.

Petugas merapihkan kamar yang akan ditempati pengunjung. Sterilisasi semua fasilitas dilakukan secara ketat untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada pengunjung.

Bangkit di Tengah Pandemi

Efek Pandemi Covid-19, dirasakan langsung oleh JSI. Terutama ketika pemerintah melarang seluruh kegiatan yang dikemas dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). JSI yang terletak di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor ini pun tutup total.

Penutupan itu berlangsung pada 26 Maret hingga 10 April 2020. Manajemen JSI tidak menerima tamu sama sekali selama periode tersebut. Meski tanpa ada pemasukan, pemeliharaan tetap harus dilakukan yang cukup memakan biaya.

Alhasil JSI sempat limbung. Tapi, ini tidak membuat mereka patah arang untuk mencoba bangkit. Ketika pemerintah kembali membuka kran untuk mendatangkan pengunjung dengan sejumlah pembatasan, JSI mulai berbenah dan mengikuti semua aturan pemerintah.

Dengan Adaptasi Kebiasaan Baru, Pemerintah mengajak pelaku usaha untuk berperan dalam pemulihan ekonomi. Termasuk, sektor pariwisata. Tempat wisata diizinkan beroperasi, dengan membatasi jumlah pengunjung dan juga protokol kesehatan. Namun, kebijakan ini tidak serta merta membuat pengunjung datang ke JSI. Hal tersebut dikarenakan dampak sosial dan ekonomi pandemi covid-19, juga dirasakan oleh wisatawan. JSI pun sepi sebelum akhirnya berangsur ramai mulai Agustus hingga saat ini.

Lalu bagaimana JSI berusaha bangkit? Director Of Sales JSI, Angelina Panjaitan mengatakan, salah satu upaya menarik minat pengunjung dilakukan dengan memanfaatkan media sosial dan mainstream. Berbagai promo hingga diskon hingga 50 persen, mereka lakukan. Bahkan, JSI memberi diskon khusus bagi yang ingin melakukan isolasi mandiri di resort-resort yang tersebar di atas lahan seluas 25 hektare ini.

“Tapi promo itu tidak betul-betul diminati. Karena kami juga memahami efek pandemi ini juga berdampak pada masyarakat. Tidak hanya kami tapi seluruh elemen masyarakat merasakan kesulitan yang sama,” kata Angelina.

JSI pun sempat merumahkan beberapa pegawainya. Syukurnya, mulai paruh kedua tahun 2020 okupansi mulai meningkat dan karyawan yang dirumahkan dipanggil kembali untuk bekerja, sekaligus sama-sama berjuang bangkit dari keterpurukan.

Peningkatan okupansi, tidak membuat JSI gelap mata dan ‘mencuri’ kesempatan dari pemerintah. Mereka tetap mengikuti aturan pembatasan, yakni hanya membuka 75 persen jumlah pengunjung hingga lokasi parkir dari kapasitas sesungguhnya.

Hal ini dilakukan semata-mata agar JSI bisa tetap hidup dan tidak menjadi ‘penyakit’ di tengah masyarakat. Meskipun, luasnya lokasi wisata ini serta jarak antara resort ke resort, telah memenuhi kriteria protokol kesehatan itu sendiri, yakni social/physical distancing.

Berjarak Sedari Awal

JSI Resort cukup unik. Jika Anda penyuka off-road dan tidak memiliki peranti untuk menyalurkan hobi, maka bisa datang kesini untuk menjajal mobil dan trek off-road yang didesain sedemikian rupa agar seperti halang rintang alami, lengkap dengan lumpur dan comberan. Bahkan, trek off-road buatan JSI ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri) kategori Olahraga Pacu Adrenalin.

Kamar-kamar pun berdesain nyentrik. Dari villa bebahan kayu hingga kontainer peti kemas disulap menjadi kamar pun ada disini, mengkap dengan fasilitas kolam renang, gym

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *