Shadow

Sering Disamakan dengan Bipolar, Ini 5 Fakta Kepribadian Ganda

Sumber: rearfront.com

Reporter: Mutiara Nur Shafira Aryandhini

Kepribadian ganda merupakan suatu gangguan berupa adanya dua atau lebih kepribadian yang menempati satu tubuh, yang masing-masing memiliki identitas, kebiasaan, hingga memori yang berbeda. Kepribadian ganda dalam dunia medis disebut dengan Gangguan Identitas Disosiatif. Dalam kepribadian ganda, ada satu kepribadian inti dan dua atau lebih kepribadian subordinat atau dapat disebut dengan kepribadian alter.

Dalam pandangan orang awam, kepribadian ganda sering kali disamakan dengan gangguan bipolar. Padahal, keduanya merupakan hal yang berbeda. Andhita Dyorita, yang merupakan seorang psikolog, berpendapat perbedaan yang paling mencolok dari keduanya ialah, gangguan bipolar merupakan gangguan afektif atau gangguan mood sementara kepribadian ganda merupakan gangguan kepribadian.

Di bawah ini, merupakan lima fakta dari gangguan identitas disosiatif:

  1. Gangguan identitas disosiatif disebabkan oleh trauma masa kecil

Terdapat banyak penyebab yang dapat melatarbelakangi munculnya gangguan kepribadian ini. Penyebab umum yang dialami penderita ialah adanya trauma yang berat di masa kecil. Biasanya seperti pelecehaan seksual maupun fisik, hingga adanya kekerasan yang diterima olehnya.

  1. Setiap kepribadian memiliki identitas yang berbeda total

Identitas lainnya yang muncul ini terjadi sebagai cara penderita untuk mengatasi trauma yang didapatkannya. Setiap kepribadian memiliki identias yang berbeda, dimulai dari usia, nama, hingga jenis kelamin. Ia juga memiliki pola pikir, kemampuan, dan kebiasaan yang berbeda-beda. Setiap perubahan identitas, penderita merasakan kelelahan hingga sakit di bagian tubuhnya. Bahkan penderita merasa seperti akan dirasuki. Biasanya, ketika identias berganti dapat disebabkan oleh stres yang tiba-tiba muncul.

  1. Mengalami permasalahan memori

Karena pergantian identitas, penderita mengalami permasalahan dalam ingatannya. Ketika identitasnya berganti, ia akan tidak akan ingat mengapa dirinya ada di suatu tempat, hingga apa yang sedang ia lakukan. Penderita juga akan lupa mengenai kejadian di masa lampau karena setiap identitas memilki ingatan yang berbeda.

  1. Orang dengan gangguan identitas disosiatif tidak menyadari bahwa mereka memiliki kepribadian lain

Dilansir dari situs Pijar Psikologi, beberapa kasus gangguan identitas disosatif menunjukkan penderita tidak menyadari dirinya memiliki gangguan tersebut. Hal ini terjadi karena gangguan kepribadian ini terjadi secara diam-diam.

  1. Sering munculnya gangguan kejiwaan lainnya

Karena pergantian identitas yang dialami, penderita juga dapat mengalami gangguan kejiwaan lain seperti depresi, gangguan mood, gangguan tidur, gangguan kecemasan, serangan panik, hingga gangguan makan.

Mengenai terapi yang dapat dijalani oleh penderita gangguan identitas disosiatif, mereka dapat menjalani beberapa jenis terapi, seperti psikoterapi untuk menghilangkan kepribadian alternya, hingga terapi keluarga yang dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai kondisi penderita. Selanjutnya, penderita juga dapat mengonsumsi obat-obatan apabila mengalami gejala-gejala lain seperti depresi maupun kecemasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *