Shadow

Perlu Diingat, Ini 9 Barang yang Tidak Baik Dipakai Bersama!

Sumber: freepik.com

Mungkin sejak kecil kita sudah diajarkan untuk saling berbagi, baik itu oleh orang tua, maupun di lingkungan sekolah. Berbagi memang merupakan hal baik. Namun tahukah kamu kalau ada barang-barang yang tidak boleh digunakan bersama-sama karena menyangkut kesehatanmu. Hal ini dikarenakan barang-barang berikut merupakan barang yang dapat menjadi tempat singgahnya bakteri.

Nah, berikut merupakan barang yang tidak baik dipakai bersama-sama karena merupakan barang pribadi:

  1. Gunting Kuku

Gunting kuku merupakan alat yang dibutuhkan seseorang karena kuku yang terus-menerus tumbuh. Namun, biasanya gunting kuku merupakan barang yang paling sering digunakan secara bersama-sama, terutama dalam lingkungan keluarga. Padahal, dengan memakai gunting kuku bersama-sama, dapat meningkatkan risiko penularan infeksi virus dan jamur.

  1. Helm

Apakah kamu pernah naik ojek online atau naik motor teman? Selanjutnya kamu pasti memakai helm milik ojek atau temanmu kan? Terdapat beberapa kemungkinan penyakit berupa kurap, kudis, hingga penularan kutu rambut. Maka dari itu, selalu sedia helm ketika berpergian ya!

  1. Handuk

Biasanya, jika kita pergi menginap ke suatu tempat, kita hanya membawa satu handuk untuk dipakai bersama-sama keluarga. Padahal, pemakaian handuk untuk banyak orang dapat menularkan berbagai penyakit infeksi juga bakteri lho.

  1. Alat Mandi

Sabun memang sering diklaim dapat menghilangkan bakteri di tubuh. Namun perlu diingat, apabila kamu menggunakan sabun batang, bakteri yang ada di tubuh berpindah ke sabun batang. Begitu pula penggunaan busa mandi ketika menggunakan sabun cair. Apabila kamu memakai barang tersebut bersama-sama, bakteri dari satu orang dapat berpindah dan membuat bakteri serta virus berkembang.

  1. Alat Make Up

Hal yang perlu diingat dari menggunakan make up adalah, usahakan kamu tidak berbagi alat make upmu, seperti produk make up yang bersentuhan langsung dengan cairan tubuh. Begitu pula dengan kuas make up, di mana bakteri dapat menempel dan menular saat digunakan bersama-sama.

  1. Sikat Gigi

Untuk membersihkan gigi dari sisa-sisa kotoran, kita menggunakan sikat gigi juga pasta gigi. Maka dari itu, pada sikat gigi menempellah sisa-sisa kotoran, seperti air liur, makanan, hingga darah. Karena itulah, sikat gigi merupakan barang pribadi yang tidak boleh dipakai bersama-sama karena akan menyebarkan kotoran.

  1. Alat Cukur

Alat cukur merupakan barang yang mungkin wajib untuk digunakan seseorang. Namun, kamu perlu memiliki alat cukur sendiri, dan tidak memakai alat cukurmu bersama-sama orang lain. Mencukur memiliki kemungkinan terluka, sehingga dengan membagi-bagi alat cukurmu, memiliki risiko berbagai penyakit hingga penularan jamur. Jangan lupa juga untuk menyimpan alat cukur di tempat yang bersih dan rajin menggantinya.

  1. Deodoran

Deodoran mungkin merupakan hal yang penting bagi sebagian orang. Hal ini karena deodoran berfungsi mengurangi bau badan dan ketiak basah. Deodoran sendiri memiliki beberapa macam, seperti semprot, hingga roll on. Apabila kamu memiliki deodoran roll on, pastikan kamu tidak meminjamkan deodoranmu pada orang lain ya. Karena deodoran  yang menempel pada kulit secara langsung dapat meninggalkan sel kulit mati hingga bakteri, sehingga apabila dipakai berganti-gantian, akan menyebarkan bakteri kotor.

  1. Earphone

Bagi kamu yang suka mendengarkan musik di mana pun dan kapanpun, earphone mungkin merupakan barang wajib yang kamu miliki. Ketika memakai earphone, bakteri yang ada telinga dapat berpindah ke earphone. Kemudian, apabila memakai earphone secara bersama-sama, kamu dapat membuat bakteri yang menempel tersebut berpindah ke orang berikutnya dan dapat menyebabkan infeksi, bisul, dan pustula.

Karena barang-barang di atas merupakan barang pribadi, maka diharapkan kamu memiliki barang tersebut sendiri dan tidak berbagi dengan orang lain ya! Perlu diingat bakteri yang dapat berpindah-pindah karena berbagi barang-barang tersebut. Jangan sampai lupa!

Reporter: Mutiara Nur Shafira Aryandhini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *