Shadow

Pecinta Drama Kesejarahan? Ini Tujuh Rekomendasi Drama Sageuk Buat Kamu

Sebutan untuk jenis drama Korea yang berlatar belakang sejarah adalah sageuk. Sageuk sendiri berasal dari bahasa Korea yang berarti sejarah, sehingga drama sageuk adalah drama yang mengusung tema kesejarahan. Drama sageuk banyak diminati oleh penonton, karena keanggunan dan keagungan yang disuguhkan oleh drama jenis ini.

Nah, ini tujuh rekomendasi drama sageuk yang menarik untuk ditonton.

  1. Love in the Moonlight

Drama ini menceritakan tentang seorang wanita yang menyamar menjadi laki-laki dan bekerja sebagai konselor percintaan. Pekerjaan tersebut membawanya bertemu dengan laki-laki yang ternyata adalah putra mahkota kerajaan.

  1. Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo

Kisah yang dibawakan oleh drama ini adalah kisah tentang wanita di dunia modern masa kini. Wanita tersebut putus asa dan hendak bunuh diri, namun tiba-tiba gerhana matahari membawanya ke era Goryeo.

  1. Hwarang: The Poet Warrior Youth

Drama ini membawa kisah tentang grup elit yang terdiri dari laki-laki yang ada pada masa Dinasti Silla. Drama ini juga menceritakan tentang semangat masa muda para laki-laki yang tergabung dalam grup yang disebut hwarang itu.

  1. Chicago Typewriter

Berbeda dengan tipe drama sageuk di atas, drama yang satu ini bergenre sejarah yang dipadukan dengan fantasi. Kisah tentang para penulis pada zaman penjajahan Jepang tahun 1930 yang bereinkarnasi ke masa sekarang.

  1. Mr. Sunshine

Latar yang ada dalam drama ini adalah tahun 1871, ketika ekspedisi Amerika Serikat ke dinasti Joseon. Seorang anak laki-laki dari Joseon yang tumbuh di Amerika kembali ke tanah kelahirannya sebagai tentara Amerika.

  1. Kingdom

Genre sejarah yang dipadukan dengan horor dalam drama ini mengisahkan tentang wabah di suatu kerajaan. Wabah yang membuat pengidapnya menjadi sejenis zombi.

  1. My Country: The New Age

Latar waktu dalam drama ini adalah pada era berakhirnya dinasti Goryeo dan permulaan dinasti Joseon. Bercerita tentang dua laki-laki yang bersahabat sejak kecil yang harus saling menodongkan pedang akibat perbedaan opini dalam memahami arti my country (negaraku).

Reporter: Adelia Maulitania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *