Shadow

HPPMI DKI Jakarta bersama RW 03 Kel Kayuputih berkolaborasi menjadikan lahan tidur di Jakarta embrio ketahanan Pangan

Klik Jakarta – Di tengah kondisi pandemi covid warga RW 03 Kel Kayuputih Jakarta timur berhasil merubah bangunan yang terbengkalai dan menjadi lumbung pangan lokal dengan memanfaatkan budidaya ikan dan sayur sayur . Terobosan ini dilakukan oleh ketua RW 03 kelurahan kayuputih. Lukmanul hakim yang juga sebagai penasehat hukum Himpunan petani peternak Millenial Indonesia . Ia menjelaskan di tengah situasi pandemi ini masyarakat sangat merasakan dampak ekonomi yang terjadi. Bersama pengurus lainnya akhirnya dengan keterbatasan lahan yang ada bekas bangunan puskesmas yang tidak terurus dan terbengkalai serta menjadi tempat limbah medis yang berbahaya apalagi jika anak2 di lingkungan bermain. Maka mulailah warga merubah lahan bekas bangunan tersebut menjadi kolam ikan dan memanfaatkan sisa lahan sebagai tanaman obat. Sayur dan hidroponik sehingga lahan yang awalnya kotor saat ini menjadi nyaman dan asri . Warga pun dapat merasakan manfaatnya dari hasil panen ikan yang dihasilkan dapat dibeli warga dan menambah kas lingkungan. Lukman menjelaskan sudah dua kali panen dilakukan dari budidaya lele dan nila yang dikembangkan di lahan ini. Warga sangat antusias ia berharap pengelolaan lahan skala lokal ini dapat ditingkatkan kedepannya.

Dalam kesempatan panen kedua Ageng selaku ketua HPPMI DKI Jakarta juga turut hadir . Ia sangat mengapresiasi kemandirian yang dilakukan oleh warga RW 03 di tengah situasi pandemi covid ini. Terlebih Jakarta sebagai kota yang terdampak secara ekonomi. Dengan pengelolaan lahan2 tidur atau yang terbengkalai seperti ini dapat menjadi role model ketahanan pangan bagi ibukota . Jika kemandirian melakukan budidaya ini dikembangkan dan mendapat dukungan baik dr pemerintah ataupun swasta maka ini dapat menjadi pilar ketahanan pangan bagi masyarakat perkotaan. Selain mampu menghasilkan produk pangan lokal juga dapat menjadi industri UMKM lokal yang mampu menyerap tenaga kerja .sinergitas dan oenguatan kelembagaan juga akan didorong agar pengelolaan budidaya skala lokal dapat menopang perekonomian masyarakat ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *