Shadow

Dari Nama hingga Warna, Ini 7 Fakta Fenomena Aurora!

Sumber: infoastronomy.org

Reporter: Mutiara Nur Shafira Aryandhini

Apakah kamu mengetahui tentang aurora? Apakah kamu menyukai penampakan fenomena aurora yang terkenal dengan pancaran cahayanya yang indah? Ya, aurora merupakan fenomena alam yang memiliki cahaya berpendar-pendar indah di langit malam. Ketika aurora akan muncul, langit akan menggelap secara tiba-tiba, barulah aurora muncul dengan indahnya.

Dilansir dari situs InfoAstronomy, aurora adalah fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapiran ionosfer dari sebuah planet. Hal ini diakibatkan dari adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki sebuah planet dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari.

Nah, berikut merupakan 7 fakta dari fenomena aurora:

  1. Aurora hanya muncul di kutub sebuah planet.

Hal ini disebabkan oleh sebuah planet memiliki magnet yang berada di kutub utara dan kutub selatan saja. Partikel atom dari angin matahari terkumpul dan terhisap oleh magnet bumi. Sehingga, aurora hanya ada di bagian utara bumi dan bagian selatan bumi.

  1. Waktu terbaik untuk melihat ialah bulan Maret dan September.

Pada bulan ini, langit terlihat gelap dan cuaca cerah. Awan yang sedikit, dapat membuat langit terlihat bersih sehingga aurora dapat terlihat.

  1. Aurora Borealis dan Aurora Australis.

Aurora yang terletak di bagian utama bumi ialah aurora borealis yang dinamakan dari nama Yunani untuk angin utara, yaitu Boreas. Hal ini karena di Eropa, aurora terlihat kemerah-merahan di bagian utara. Sementara itu, aurora australis yang muncul di bagian selatan bumi, diberi nama australis dari nama Latin untuk bagian selatan.

  1. Terjadi karena angin matahari.

Angin matahari bermuatan plasma, yaitu partikel gas yang terionisasi menyebar ke segala arah dari atmosfer terluar matahari dan menumbuk atmosfer bumi. Ketika bertemu kutub bumi, terjadilah proses di mana munculah warna-warni indah.

  1. Memiliki dominan warna hijau.

Aurora memiliki beragam warna, dimulai dari hijai, ungu, biru, hingga merah. Namun, lebih banyak aurora berwarna hijau. Hal ini disebabkan partikel gas dari matahari bertumbukan dengan atom oksigen, sehingga menghasilkan warna hijau. Yang perlu diketahui ialah, setiap warna berbeda yang dihasilkan, disebabkan oleh ion yang berbeda pula. Jika oksigen menghasilkan warna hijau, maka ion nitrogen menghasilkan warna ungu.

  1. Dapat diamati dari luar angkasa.

Satelit-satelit buatan yang berada di luar angkasa yang bertugas mengelilingi bumi dapat mengambil gambar dari aurora. Aurora terlihat sangat bersinar maka dari itu, aurora dapat diamati dari luar angkasa.

  1. Planet lain pun memiliki Aurora.

Pesawat antariksa tanpa awak Voyager 1 dan 2 yang menjelajahi Jupiter dan Saturnus membuat para ilmuwan mengetahui bahwa ada aurora di planet tersebut. Selain itu, teleskop luar angkasa, Hubble, juga mengambil gambar aurora-aurora tersebut. Diketahui, kedua planet itu memiliki aurora yang lebih kuat dibanding di Bumi karena magnet yang lebih intens. Kemudian diketahui pula Uranus memiliki aurora yang terlihat seperti spot cahaya yang kecil.

Mengamati aurora dapat menjadi salah satu hal yang menyenangkan, bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *