Shadow

Terapi Seni, Bentuk Relaksasi bagi Penderita Gangguan Jiwa

Sumber: Freepik.com

Reporter: Mutiara Nur Shafira Aryandhini

Gangguan jiwa merupakan gangguan yang memengaruhi emosi, pola pikir dan perilaku pada penderitanya. Penyebab seseorang menderita suatu gangguan jiwa yaitu berkaitan dengan faktor biologis dan psikologis. Pada faktor biologis dapat disebabkan karena gangguan pada fungsi sel saraf otak, cedera pada otak, memiliki orangtua atau keluarga penderita gangguan jiwa hingga penyalahgunaan obat-obatan dalam jangka panjang. Sementara faktor psikologis disebabkan oleh peristiwa traumatik atau perasaan rendah diri yang dialami penderita.

Gangguan jiwa memiliki beragam jenis. Contohnya depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, gangguan stres pascatrauma, hingga gangguan tidur. Penanganan tiap gangguan berbeda-beda, namun pada dasarnya memiliki terapi serupa. Seperti terapi obat-obatan, terapi perilaku kognitif, dan mengubah gaya hidup.

Salah satu terapi yang dapat dilakukan selain terapi di atas, yaitu terapi seni. Terapi seni yang digunakan yaitu melukis atau menggambar. Terapi tersebut merupakan alternatif dari terapi yang biasanya diberikan oleh psikiater. Hal tersebut dikarenakan terapi seni tidak memerlukan biaya yang besar, sehingga bisa dilakukan oleh siapapun.

Terapi seni memiliki beberapa manfaat, di antaranya yaitu:

  1. Mengungkapkan perasaan

Penderita gangguan jiwa kadang kala memiliki perasaan emosi yang tidak teratur. Seringkali bahkan membuat konflik di dalam diri. Dengan melakukan terapi seni, penderita mengungkapkan emosi yang dirasakannya. Ungkapan tersebut dapat dilihat dari penampilan gambar hingga warna-warna yang digunakan.

  1. Mengelola perilaku

Para penderita gangguan biasanya memiliki caranya masing-masing dalam mengungkapkan emosinya. Penderita depresi hanya akan berdiam diri di kamar dan sibuk dengan pikirannya. Penderita bipolar pada mania akan melakukan banyak kegiatan yang melelahkan dan bahkan membahayakan diri. Dibandingkan melakukan aktivitas di mana penderita akan merugikan dirinya sendiri, penderita dapat melakukan terapi seni untuk mengelola perilaku mereka.

  1. Mengurangi kecemasan

Penderita gangguan jiwa terutama gangguan kecemasan memiliki kecemasan terhadap suatu hal yang tidak dapat dideskripsikan. Bahkan kecemasan dapat muncul ketika ia berada di keramaian. Dengan melakukan terapi seni, penderita dapat mengabaikan kecemasan yang muncul sehingga tidak berfokus pada kecemasan tersebut.

  1. Memproses trauma

Penderita gangguan stres pasca trauma memiliki kenangan buruk di dalam pikiran mereka. Terkadang kenangan tersebut menganggu kehidupan mereka. Terapi seni juga dapat menghubungkan aspek memori di otak dan membantu memproses kenangan trauma sehingga membantu para penderita Gangguan Stres Pasca Trauma.

Berdasarkan manfaat yang sudah dijelaskan, tentu saja terapi seni dapat berperan dalam terapi diri yang dialami oleh para penderita gangguan jiwa, karena mereka memiliki emosi dan warna masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *