Shadow

Suka Berbohong? Awas Penyakit Mythomania

sumber ilustrasi: smule.com

Reporter: Anne Anisa

Berbohong adalah sebuah kegiatan menyatakan sesuatu yang tidak benar. Tidak jarang sebagian manusia berbohong untuk kebaikan dan itu mereka lakukan dengan keadaan sadar. Namun, ada juga loh keadaan di mana seseorang tidak menyadari bahwa dirinya sedang berbohong.

Hal tersebut adalah ciri-ciri dari mythomania. Istilah mythomania sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Ferdinand Dupre pada tahun 1905.

Menurut Vera Itabiliana Hadiwidjojo di laman medcom.id, mythomania adalah perilaku berbohong yang dilakukan secara berulang di lingkungan berbeda.

Seorang mythomania berbeda dengan seorang pembohong biasa. Jika seorang pembohong biasa mampu membedakan antara kenyataan dan bukan kenyataan, seorang mythomania tidak. Seorang mythomania tak mampu membedakan mana kenyataan yang berasal dari imajinasi dan mana kenyataan yang sebenarnya.

Mythomania disebut juga dengan kebohongan patologis atau pathological lying. Ciri-ciri kebohongan patologis antara lain:

  1. Suka membesar-besarkan sesuatu
  2. Selalu menimpali bahwa dirinya lebih baik dari apapun yang kita ceritakan
  3. Menciptakan realitas sendiri untuk dirinya
  4. Karena mereka tidak menghargai kejujuran, mereka juga tidak menghargai kepercayaan
  5. Bisa jadi seorang hypochondriac yaitu orang yang selalu merasa sakit (dibuat-buat) ingin diperhatikan
  6. Sering kontradiktif dengan pernyataan sebelumnya
  7. Bisa berbohong hanya untuk hal sepele
  8. Selalu membesar-besarkan setiap kalimat
  9. Bisa mengubah cerita setiap saat
  10. Sangat defensif ketika dipertanyakan pernyataannya
  11. Sangat percaya apa yang dikatakannya benar padahal jelas tidak benar buat orang lain
  12. Berbohong untuk mendapat simpati dan terlihat baik
  13. Selalu mendapat nilai baik pada pandangan pertama tapi selanjutnya tidak dapat dipercaya
  14. Memiliki gangguan kepribadian
  15. Jago memanipulasi
  16. Ketahuan berbohong berkali kali
  17. Tidak pernah mengakui kebohongan
  18. Menganggap dirinya sebagai legenda

Beberapa faktor yang melatarbelakangi seseorang mengidap mythomania antara lain menutup kelemahan diri atau menghindar dari sesuatu yang tidak menyenangkan. Seorang mythomania bisa jadi merupakan korban atas ketidakbahagiaan hidup dan penderitaan yang terus menerus.

Jika Anda menemukan seorang mythomania, yakinkan dia untuk bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Untuk mengatasi mythomania juga diperlukan bantuan ahli, misalnya psikolog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *