Shadow

Psikolog dan Psikiater Berbeda, Harus Kemana?

Sumber: Freepik.com

Reporter: Mutiara Nur Shafira Aryandhini

Di tengah masyarakat yang masih awam mengenai gangguan kesehatan jiwa, pengetahuan mengenai penanganan gangguan tersebut pun terkadang masih salah dipahami. Banyak yang masih berpikir bahwa psikolog dan psikiater merupakan dua jenis pekerjaan yang sama. Padahal, banyak yang dapat dibedakan dari psikolog dan psikiater. Apa saja?

  1. Latar belakang pendidikan

Perbedaan paling mencolok dari psikolog dan psikiater ialah dalam bidang pendidikannya. Seorang psikolong menempuh pendidikan selama 8 semester dalam sarjana psikologi, kemudian ia melanjutkannya dengan pendidikan profesi. Selain itu, seorang psikolog juga diharuskan mengambil izin praktik.

Sementara psikiater, ia mengambil pendidikan di bidang kedokteran umum, dan melakukan pelatihan sebagai dokter umum selama 1 atau 2 tahun. Selanjutnya, seseorang yang hendak menjadi psikiater memilih pendidikan spesialisasi kedokteran jiwa dengan gelar Sp. KJ.

  1. Pendekatan yang dilakukan

Seorang psikolog melakukan pendekatan berupa pendekatan psikologis. Psikolog akan melakukan tes-tes psikologi untuk mengetahui apa yang terjadi pada diri pasien. Selain itu psikolog akan meminta pasien untuk bercerita mengenai permasalahan yang dimiliki. Dan psikolog akan mendengarkan dan membantu pasien untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan tersebut.

Sementara psikiater melakukan pendekatan melalui fisik. Psikiater akan berfokus pada zat kimia yang ada di dalan otak dan kemungkinan gangguan medis lain yang dapat menyebabkan munculnya gangguan kejiwaan.

  1. Penanganan yang diberikan

Karena latar belakang pendidikan yang berbeda, maka penanganan yang diberikan kepada pasiennya juga berbeda. Psikiater akan memeriksakan kondisi fisik pasien seperti tekanan darah sebelum menangani kondisi mentalnya. Psikiater juga akan mencari adanya kemungkinan gangguan medis yang dapat menyebabkan munculnya gangguan mental. Psikiater karena merupakan seorang dokter, menangani pasien dengan memberikan resep obat. Selain itu, psikiater juga dapat memberikan terapi stimulasi otak seperti electroconvulsive therapy (ECT).

Sementara psikolog akan menangani pasien lebih kearah psikologisnya. Ia menangani pasien atau kliennya dengan memperhatikan perilaku, pemikiran, dan emosi yang ditunjukkan oleh pasien. Setelahnya, psikolog akan memberikan psikoterapi yang berfokus pada pemecahan masalah dan tujuan akhir tertentu yang ingin dicapai. Psikoterapi yang dilakukan dapat berupa terapi perilaku kognitif dan terapi interpersonal.

  1. Pandangan yang berbeda

Psikolog akan berpendapat bahwa setiap apa yang dialami seseorang disebabkan oleh apa yang dia alami sebelumnya. Psikolog berperan merefleksikan dan membuka pandangan untuk mengarahkan pasiennya dapat menyelesaikan masalahnya. Sementara psikiater, berpendapat bahwa gangguan kejiwaan yang terjdi pada seseorang disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter. Sehingga psikiater menggunakan obat untuk memperbaiki ketidakseimbangan tersebut.

Di atas merupakan beberapa perbedaan antara psikolog dan psikiater. Setelah mengetahuinya, kamu juga harus mengetahui kemana kamu harus pergi. Dalam menentukan pilihan, kamu juga harus mengetahui apa saja yang kamu rasakan dengan detil.

Seseorang dapat pergi ke psikolog apabila gangguan yang dialami masih cenderung ringan. Kamu dapat pergi ke psikolog apabila mengalami permasalahan dalam hubungan rumah tangga, pekerjaan, atau dalam pendidikan. Beberapa kondisi yang dapat dibantu dengan penanganan psikologis yaitu seperti gangguan emosi, fobia, gangguan kecemasan, dan gangguan emosi.

Seseorang yang pergi ke psikiater mencakupi seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan berat, seperti depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, dan berbagai gangguan lain yang dapat berujung pada keinginan untuk bunuh diri. Karena pengobatan yang dibutuhkan tidak hanya terapi, namun juga pengobatan medis dengan obat-obatan.

Namun apabila kamu masih bingung harus pergi kemana, kamu dapat pergi ke dokter umum dan menceritakan apa yang kamu rasakan. Dokter umum akan memberikan diagnosis awal terkait dengan kondisimu dan merekomendasikan psikiater atau psikolog tergantung dengan apa yang kamu alami.

Pada intinya, psikolog maupun psikiater sama-sama mendalami ilmu kejiwaan. Jika dibutuhkan, bahkan keduanya bekerja sama untuk menangani seorang pasien. Yang harus kamu lakukan adalah untuk tidak takut mencari bantuan terkait kondisimu. Segera pergi ke profesional apabila memang membutuhkannya, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *