Shadow

Kelas Eksekutif 30B STIE Dewantara Gelar Pengabdian Masyarakat dengan Berbagi Sembako

Reporter: Krisnia Rahayu
Editor: Ratnasari

Pengabdian masyarakat oleh Kelas Eksekutif 30B STIE Dewantara berupa pembagian sembako dan edukasi kesehatan. Pengabdian masyarakat ini di bawah mata kuliah ilmu budaya dasar. Dalam mata kuliah ilmu budaya dasar ada teori serta praktik, dan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari praktik mata kuliah ilmu budaya dasar.

“Ada pun tujuan dari pelaksanaan acara ini yaitu, agar mahasiswa STIE Dewantara setelah lulus tau apa kebutuhan masyarakat, intinya adalah agar mahasiswa tahu dan bermanfaat untuk masyarakat,” jelas Dosen Pengampu ilmu Budaya Dasar dan Penanggung Jawab Syaiful Anwar S.Sos., MM.

Dari Pihak Kampus Zezen Zakaria Hamzah SE., MM menjelasakan terkait pengabdian masyarakat. Ia menjelaskan bahwa dari sisi perguruan tinggi memiliki 3 hal yang pertama pendidikan atau mengajar, yang kedua penelitian, dan yang ke tiga pengabdian masyarakat. Jadi perguruan tinggi bisa berjalan atau harus berjalan karena tri dharmanya, yang bisa melakuakan tri darma yang di dalam salah satunya dosen yang menjadi wajib dan mahasiswa turut serta.

Agar pengabdian masyarakat ini berjalan lancar maka digabungkan dengan mata kuliah ilmu budaya dasar.

“Mudah-mudahan ini terus berlanjut tidak hanya di kampus tapi di lingkungannya masing-masing, karena pesan dari pembina yayasan adalah jadilah orang baik. Orang yang baik adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain,” ujar Zeze.

Acara ini hasil kolaborasi yang baik antara LPPM dengan Ilmu Budaya dengan menghasilkan kegiatan yang di luar ekspetasi. Karena dengan adanya acara ini bisa berbagi kepada sesama karena keinginan berbagi yang begitu kuat.


Tujuan acara diadakan di lingkungan sekitar agar keberadaan kampus bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar, apabila keberadaan kampus dan mahasiswa tidak dirasakan oleh lingkungan sekitar maka tidak bermanfaat. Jadi kegiatan ini suatu aplikasi ilmu menejemen yang dipelajari di kampus, bagaimana seorang ketua mengkoordinasi anggotanya, bagaimana anggota-anggotanya bagian dari organisasi.

Apabila kegiatan ini terjadi maka hasil yang dari dipelajari selama kuliah ada hasilnya, dengan adanya kegiatan ini merupakan salah satu indikator dari materi di kampus dsn pembelajaran di kampus yang bisa diaplikasikan oleh rekan-rekan mahasiswa.

“Sekali lagi benar-benar appreciate pada rekan-rekan angkatan 30B, yang bisa mengadakan kegiatan ini, dan berharap kegiatan ini merupakan cikal-bakal alumni 30B kedepannya, jadi tidak hanya berenti disini tapi 30B bisa tetap bergabung meski sudah menjadi alumni,” jelas Perwakilan LPPM Muhlis S.PT., MM.

Mengenai dananya, panitia menjelaskan bahwa membuat donasi dari media sosial seperti instagram dengan hastag Dewantara peduli covid. Ini adalah upaya untuk terjun langsung kepada masyarakat, tentunya menyebar dari media sosial biasa terkumpul sebanyak kurang lebih sekitar Rp 15 juta-an dan sisanya mengajukan proposal kepada dinas-dinas pemda terkait.

Dari dana tersebut bisa membeli vitamin, masker, dan beberapa paket sembako. Dari dana 20 juta ini dibelikan sembako berisi 100 paket sembako, dan isi paket sembakonya yaitu 5 kg beras, 1 kg minyak, 1 kg gula, dan 5 pcs mie instan dan sisanya 100 pak vitamin, dan 100 masker juga. Sasarannya kepada warga kurang mampu dan membutuhkan.


“Kebetulan kita mencari tempat yang pas untuk acara ini, Alhamdulillah Pak Pras yang pernah kunjungan kemari dan ada tempat pembuangan sampah disini, karena tempat ini layak untuk pemberin disini, akhirnya kita menemukan tempat ini. Tentunya dengan acara ini kita belajar banyak mengenai menghargai kebersihan, membuat program pengabdian masyarakat, berkoordinasi dengan teman-teman semua, terimakasih saya banyak belajar dan terimaksi teman-teman 30B yang mensukseskan acara ini,” kata Salsa Adinda sebagai ketua Pelaksana Acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *