Shadow

Inner Child, Sisi Kanak-kanak yang Terluka

Sumber: Freepik.com

Reporter: Mutiara Nur Shafira Aryandhini

Pernahkah kamu merasakan perasaan hampa, cemas, hingga ingin marah? Bisa jadi hal tersebut disebabkan dengan adanya inner child-mu yang terluka. Ketika inner child terluka, perasaan-perasaan negatif dapat muncul ketika kamu sudah beranjak dewasa.

Inner child menurut Yusa, seorang praktisi psikoterapi, konseling, dan coaching yakni jiwa kanak-kanak yang hidup di dalam diri seseorang. Apabila masa kecilmu baik-baik saja, maka inner child-mu pun akan menunjukkan sesuatu yang positif. Sebaliknya, apabila sesuatu yang negatif terjadi di masa kecilmu, maka inner child-mu akan menunjukkan sesuatu yang negatif.

Banyak hal yang dapat menyebabkan inner child terluka. Pengalaman masa lalu yang tidak menyebabkan dapat menyebabkan inner child-mu mengeluarkan sesuatu yang negatif. Contoh alasan mengapa inner child dapat terluka yaitu pengasuhan yang salah, kehilangan orang tua, perceraian, pengabaian secara emosional, penyakit, kekerasan fisik dan mental, bullying, hingga bencana alam.

Luka yang terjadi di masa lalu apabila tidak disadari dan tidak disembuhkan, dapat terbawa hingga ke kehidupan dewasa. Dalam laman Pijar Psikologi menyebutkan, secara karakteristik, orang-orang yang inner child-nya terluka, akan menunjukkan masalah dengan kepercayaan, keintiman, perilaku adiktif dan kompulsif, serta hubungan saling ketergantungan. Sehingga membuat kehidupan masa dewasanya memiliki kepercayaan diri yang rendah, mudah tersinggung, takut disakiti orang lain, merasa tidak aman, khawatir, dan cemas.

Terdapat tanda-tanda untuk mengetahui inner child seseorang terluka, selain dari sifat-sifat yang sudah dijelaskan di atas. Contohnya yaitu mudah untuk melukai diri sendiri, menjadi seseorang yang bukan dirinya, masalah identitas, kesulitan psiko-seksual, menjadi pemberontak, hingga menjadi pelaku kriminal.

Sebelum inner child yang terluka ini mengganggu kehidupan dewasamu, kamu dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasinya.

Pertama, sadarilah bahwa ada sosok inner child di dalam dirimu. Kemudian identifikasi ragam inner child-mu. Tuliskan apa yang pernah terjadi dalam kehidupan masa kanak-kanakmu. Mulai dari kenangan manis, hingga pahit. Dari mencatat kenangan-kenangan tersebut, kita dapat menemukan ragam inner child kita. Apakah itu positif atau negatif.

Kedua, jalin komunikasi dengan inner child-mu. Lakukan perjalanan waktu melalui khayalanmu. Bayangkan dan ingat kembali apa saja yang terjadi ketika masih kecil. Berikan kalimat-kalimat suportif dan menenangkan untuk sosok inner child tersebut.

Ketiga, ketika sudah mengingat kembali apa yang terjadi pada masa kecilmu, terima perasaan tersebut. Mulai amarah yang muncul, hingga perasaan sedih. Rangkul semua emosi yang tiba-tiba muncul pada dirimu. Ini merupakan proses dari mengatasi inner child-mu yang terluka.

Keempat, apabila proses “berbaikan” dengan sosok kecil di dalam dirimu ini melelahkan, kamu bisa melakukan meditasi. Meditasi dapat memberikan perasaan tenang pada dirimu. Sehingga, begitu perasaanmu tenang, proses “berbaikan” tersebut dapat terjalani dengan baik.

Kelima, apabila kamu masih kesulitan untuk menjalani proses tersebut, maka carilah bantuan profesional, seperti psikolog. Dengan bantuan psikolog, proses tersebut akan berjalan lebih mudah. Tak usah khawatir dengan privasi yang akan kamu keluarkan, buatlah dirimu nyaman, agar proses berjalan dengan lancar.

Jangan lupa untuk melalui proses dengan konsisten agar luka dalam inner child dirimu bisa teratasi. Proses panjang akan berbuah baik, dengan begitu kamu akan menjalani kehidupan dewasa tanpa terdikte dengan masa lalumu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *