Shadow

Hypnoparenting, Ubah Perilaku Anak Bermasalah Lewat Sugesti Positif

Reporter: Anne Anisa

sumber ilustrasi: review.bukalapak

Memarahi atau menghukum anak dengan kekerasan fisik seperti mencubit anak yang bermasalah bukan pilihan yang tepat. Ada cara efektif untuk mengubah perilaku anak bermasalah, salah satunya dengan metode hypnoparenting.

Hypnoparenting adalah gabungan dari hipnosis dan parenting. Ada banyak definisi hipnosis menurut pakar salah satunya adalah kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat dan tingkat sugestibilitas meningkat sangat tinggi. Sementara itu, menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, parenting adalah interaksi orang tua dengan anak bertujuan untuk mendukung perkembangan fisik, emosi, intelektual, dan spritual. Secara garis besar, hypnoparenting berarti mendidik anak dengan menggunakan metode hipnosis.

Hypnoparenting dilakukan dengan memberikan sugesti positif pada saat anak berada pada gelombang otak alfa (8-12Hz). Kondisi alfa muncul pada saat seseorang sedang rileks dan santai. Salah satunya sesaat sebelum anak tidur.

Beri anak sugesti positif dan hindarkan kata-kata negatif seperti “jangan” dan“tidak” atau menilainya buruk sebagai anak “bodoh”, “nakal”, dan sebagainya. Agus Sutiyono dalam bukunya yang berjudul Dahsyatnya Hypnoparenting menyebut bahwa apa saja yang didengar, dilihat, dan dirasakan anak akan membentuk pola perilaku dan kepribadiannya kelak. Jadi, orang tua harus berhati-hati saat berkomunikasi dengan anak.

Jika anak tidak suka makan sayuran misalnya, sesaat sebelum ia tertidur lelap, beri ia sugesti:

“(nama anak) pintar dan sehat, (nama anak) suka makan sayur, sayur itu enak, (ayah/ibu) sayang (nama anak)”.

Ucapkan sugesti ini dengan lembut agar anak merasa nyaman. Pastikan bahwa anak benar-benar dalam keadaan alfa saat diberikan sugesti tersebut.

Tak hanya sebelum tidur, hypnoparenting juga bisa dilakukan pada situasi:

  • saat anak sedang bermain,
  • menggambar atau mewarnai,
  • sesaat sebelum bangun tidur,
  • beryanyi (melalui nyanyian),
  • saat orang tua mendiamkan anak menangis.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah perilaku orang tua di depan anak. Anak adalah peniru ulung. Jika orang tua ingin anak melakukan sesuatu, maka orang tua juga harus menjadi contoh terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *