Shadow

Depresi pada Anak, Mungkinkah?

Sumber: freepik.com

Reporter: Mutiara Nur Shafira Aryandhini

Depresi merupakan suasana hati yang dicirikan perasaan tidak nyaman, atau sebuah perasaan murung, hingga adanya penurunan dalam aktivitas maupun reaktivitas, munculnya pesimisme, kesedihan, dan simtom-simtom terkait lainnya. Depresi dapat terjadi pada siapa saja tidak memandang usia, latar belakang pendidikan, hingga pekerjaan. Namun, tidak banyak yang paham bahwa depresi juga dapat terjadi pada anak-anak.

Anak-anak terlihat selalu bahagia dengan kegiatan yang mereka lakukan. Tawa mereka begitu polos sehingga membuat siapapun ingin ikut tertawa. Pikiran mereka pun terkadang hanya berupa apa yang ada di depan mereka saja. Sehingga orang dewasa terkadang meragukan bahwa anak-anak dapat mengalami depresi.

Penyebab anak depresi tak jauh berbeda dengan penyebab depresi pada orang dewasa. Namun, yang menjadi perbedaan dimungkinkan adanya bullying di sekolah. Selanjutnya, dalam lingkungan keluarga, mungkin anak mengalami kekerasan, perceraian orang tua, hingga kematian orang yang dicintai. Pelecehan seksual yang dialami anak juga dapat menambah daftar penyebab depresi pada anak.

Perubahan tingkah laku pada anak-anak dalam jangka waktu yang lama harus diperhatikan lebih dalam. Beberapa gejala yang memperlihatkan anak-anak depresi sebenarnya dapat diperhatikan oleh orang terdekat, seperti orang tua. Berikut gejala-gejala depresi pada anak:

  1. Ada permasalahan emosi di sini, seperti mudah marah dan memiliki perasaan sedih dalam waktu cukup lama.
  2. Memiliki perbedaan tingkah laku, dimulai dari tidak tertarik pada hobi yang biasa dilakukan, hingga penarikan sosial dari lingkungan sekitar.
  3. Meningkatnya sensitivitas terhadap penolakan.
  4. Perubahan nafsu makan, seperti terlalu banyak makan, atau kurang makan, hingga adanya perubahan pola tidur, seperti tidur terlalu lama, atau sulit tidur.
  5. Kesulitan berkonsentrasi dan mudah kelelahan.
  6. Memiliki keluhan fisik yang tidak berespons pada pengobatan.
  7. Memiliki pikiran yang negatif, dimulai dari pikiran tidak berharga, hingga kematian dan bunuh diri.

Apabila orang tua sudah mendapati perubahan tingkah laku anak seperti di atas dalam jangka waktu minimal dua minggu, orang tua diharuskan mulai memikirkan hal dapat dilakukan untuk mengatasi depresi yang mungkin terjadi pada anak.

Pertama, orang tua harus mendekati anak dan bertanya apa yang dialami anak. Menunjukkan rasa peduli kepada anak yang depresi dapat mengurangi perasaan tidak berharga yang dimiliki anak. Orang tua diharuskan untuk selalu mendampingi anak. Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan pola makan dan tidur anak agar gejala depresi anak dapat berkurang.

Kedua, orang tua dapat membawa anak ke profesional, seperti psikolog maupun psikiater untuk mendapatkan perawatan. Profesional akan melakukan tes-tes maupun wawancara yang diperlukan untuk mengetahui apa yang terjadi pada anak.

Ketiga, apabila anak benar terdiagnosis depresi, orang tua diperlukan dalam perawatan yang dilakukan anak. Perawatan juga disesuaikan dengan berat-ringannya gejala depresi yang terjadi. Psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif maupun terapi interpersonal mungkin dilakukan oleh psikolog. Kemudian, apabila dibutuhkan, psikiater pun akan memberikan terapi obat-obatan untuk membantu.

Depresi memang dapat terjadi pada anak, sehingga hal ini juga memperlihatkan bahwa depresi tidak memandang latar belakang seseorang. Jika sudah memperlihatkan gejala-gejala yang berhubungan, yang dapat dilakukan selanjutnya ialah segera mencari pertolongan sehingga akan tertangani dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *