Shadow

3 Makna Filosofis Panjat Pinang

Sumber: Meteorsumatera.com

Reporter: Krisnia Rahayu

Perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia begitu meriah. Ada banyak cara untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, salah satunya dengan cara lomba panjat pinang. Panjat pinang menjadi primadona perlombaan disetiap lomba 17 Agustus-an. Mekipun sangat sulit untuk mencapai puncak pinang akan tetapi dengan semangat dan kerjasama lah pajat pinang pun berhasil ditaklukkan.

Dilihat dari sejarahnya perlombaan ini dahulunya diselenggarakan oleh Belanda ketika masih menjajah Indonesia. Saat itu perlombaan ini menjadi hiburan bagi mereka, namun yang berlomba adalah pribumi, pribumi yang memperebutkan makanan dan pakaian.

Bukan hanya soal perlombaan saja, akan tetapi juga memiliki beberapa filosofisnya. Beikut filosofis perlombaan panjat pinang:

1. Gotong royong

Perlombaan ini mencerminkan sikap kerja sama agar bisa mencapai puncak dan mendapat hadiah yang ada di puncak pinang. Apabila tidak adanya kerja sama dan kekompakan maka akan sulit mencapai puncak dan sulit meraih hadiah-hadiah di puncak yang menarik perhatian. Dalam lingkup belajar atau bekerja sikap kerja sama ini dibutuhkan antar tim.

2. Saling memberi semangat
Semangat bisa menjadi motivasi seseorang dalam meraih tujuannya. Ketika memanjat akan saling menyemangati satu sama lain agat bisa meraih hadiah di puncak. Untuk meraih tujuan saling menyemangati sangat dibutuhkan.

3. Kerja keras dan ketekunan
Dalam memanjat pinang pasti sangat membutuhkan tenaga yang ekstrim dan juga ketekunan agar bisa meraih hadiah di puncak. Sebab agar meraih hadiah pasti tidaklah mudah. Dalam penerapan kehidupan sehari-hari, kerja keras dan ketekunan ini sangat dibutuhkan.

Itulah filosofis perlombaan panjat pinang yang diselenggarakan setiap perayaan hari kemerdekaan. Sangat bermakna bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *