Shadow

Sering Disamakan, Ini Perbedaan Bipolar Disorder dengan Borderline Personality Disorder

Sumber: Freepik.com

Reporter: Mutiara Nur Shafira Aryandhini

Mendiagnosis suatu gangguan mental bukanlah hal yang mudah. Para profesional membuat diagnosis suatu gangguan berdasarkan gejala dan pola dari waktu ke waktu dan terkadang, ada beberapa kesalahan diagnosis yang disebabkan oleh gejala yang serupa.

Salah satu contoh gangguan mental yang sering salah didiagnosiskan ialah borderline personality disorder dan bipolar disorder. Keduanya sama-sama merupakan gangguan dengan tingkah impulsif, perubahan suasana perasaan, hingga munculnya pikiran bunuh diri. Namun, keduanya  memiliki penyebab yang berbeda dan pengobatan yang berbeda pula.

Perbedaan yang paling mencolok dari keduanya ialah, bipolar disorder merupakan gangguan suasana perasaan, sementara borderline personality disorder merupakan gangguan kepribadian.

Selain itu, dilihat dari rentang waktu gangguannya, apabila bipolar disorder mengalami gejala dalam hitungan harian hingga mingguan. Penderita juga bisa tidak merasakan gejala apapun dalam suatu waktu. Sementara pada borderline personality disorder, penderita akan terus menerus merasakan gejala.

Berdasarkan gejala, seorang penderita bipolar disorder mengalami dua fase. Fase pertama yaitu fase mania, di mana penderita mengalami kelebihan energi sehingga dapat tidak tidur hingga berhari-hari, aktif berbicara, dan sering berbicara dengan topik yang berubah-ubah. Fase kedua, yaitu ketika penderita mengalami suasana perasaan yang menurun. Biasanya muncul pikiran-pikiran negatif, tidak memiliki tenaga, dan adanya pikiran untuk bunuh diri. Selain dua fase tersebut, penderita juga merasakan fase normal, ketika tidak ada mania atau depresi.

Berbeda dengan bipolar disorder, borderline personality disorder mengalami satu fase yang berlangsung terus menerus. Penderita mengalami perubahan suasana hati yang cepat dalam hitungan jam. Sulit mengontrol emosinya, dan sulit menjalin hubungan sosial dengan orang lain. Mereka juga sering melakukan tindakan yang berbahaya untuk dirinya sendiri. Selain itu, mereka memiliki perasaan takut untuk ditolak.

Bipolar disorder terjadi biasanya karena faktor biologi, seperti struktur dan zat kimia dalam otak. Dokter biasanya akan memberikan obat berupa mood stabilizers atau antipsikotik, dan akan dikombinasikan dengan psikoterapi untuk membantu penderita mengendalikan gejalanya. Sementara borderline personality disorder tidak memiliki faktor biologi dan pengobatannya difokuskan menggunakan psikoterapi, bukan obat-obatan.

Kedua gangguan di atas merupakan gangguan yang serius dan dapat ditangani apabila mendapatkan pengobatan yang tepat. Karena kedua gangguan merupakan gangguan yang berbeda sehingga diharuskan menggunakan penanganan yang berbeda. Hal yang perlu diingat pula ialah, seseorang yang awam dilarang melakukan self-diagnosed untuk mengetahui gangguan yang terjadi. Pergilah ke profesional, agar mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *