Shadow

PENTING TAPI TAK BANYAK DIKETAHUI, INI TIGA KLASIFIKASI HIPOTERMIA

sumber foto: shutterstock

Reporter: Adelia Maulitania

Hipotermia merupakan kondisi yang menyebabkan tubuh kita kehilangan panas lebih cepat dari kondisi normal, akibatnya menyebabkan subu tubuh sangat rendah. Suhu normal manusia umumnya sekitar 37°C.

Kondisi paling umum ketika seseorang mengalami hipotermia adalah menggigil. Menggigil merupakan upaya pertahanan tubuh kita terhadap suhu dingin. Tubuh kita dibekali peralatan super canggih, yaitu hipotalamus yang bertugas sebagai pusat pengontrol keseimbangan suhu tubuh.

Tahap awal tubuh menyeimbangkan panas adalah dengan perintah dari hipotalamus. Hipotalamus akan memerintahkan otot untuk bergetar demi menghasilkan energi dalam bentuk panas.

Definisi umum hipotermia sudah pasti diketahui oleh mayoritas orang. Namun, bagaimana dengan klasifikasi hipotermia? Pengetahuan mengenai klasifikasi hipotermia sangat diperlukan agar mengetahui pertolongan apa yang harus diberikan.

Klasifikasi yang berbeda, pertolongan pertama pun akan berbeda pula. Oleh karena itu, berikut tiga klasifikasi hipotermia menurut WHO.

  1. Hipotermia Ringan

Hipotermia ringan merupakan tahap awal hipotermia. Suhu tubuh penderita akan berada pada rentang 36,5 – 36°C.

Tahap awal ini ditandai dengan kulit penderita yang tampak pucat dan tangan yang mulai terasa dingin. Hal tersebut terjadi karena darah tak mengaliri kulit, karena hanya difokuskan untuk mengaliri organ-organ vital, seperti otak, jantung, paru-paru, dsb.

Penderita juga akan menggigil, bernapas lebih cepat, serta berkurangnya koordinasi tubuh.

  1. Hipotermia Sedang

Hipotermia sedang merupakan tahap lanjutan dari hipotermia ringan dengan keparahan sedang. Suhu tubuh penderita akan berada pada rentang 35,9 – 32°C.

Apabila penurunan suhu terjadi terus menerus, maka tubuh akan kehilangan kemampuannya untuk menyeimbangkan suhu tubuh. Organ-organ vital akan mulai kelelahan.

Hipotalamus hanya akan memilih mengaliri darah ke otak dan jantung, organ vital dengan prioritas paling tinggi. Oleh karena itu, pada tahap ini detak jantung penderita tidak teratur, sedangkan organ lain mengalami kegagalan fungsi.

Hal tersebut membuat napas akan menjadi semakin lambat dan tingkat kesadaran sangat rendah.

  1. Hipotermia Berat

Hipotermia berat merupakan tahap hipotermia dengan tingkat keparahan paling berat. Suhu tubuh penderita akan berada lebih dari 32°C.

Pada tahap ini otot rangka yang diperintah untuk bergetar akan berhenti. Hal tersebut mengakibatkan penderita tidak lagi menggigil. Otak akan mulai kehilangan fungsinya, serta mulai terjadi halusinasi juga.

Pada tahap paling parah, otak akan melebarkan pembuluh darah. Hal tersebut akan membuat volume darah meningkat dan dialirkan ke seluruh tubuh. Penderita akan mengalami sensasi semburan panas, sehingga memicu penderita untuk melepas pakaiannya. Dan, inilah yang disebut paradoxical undressing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *