Shadow

Mengapa Self Harm dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Sumber: Freepik.com

Reporter: Mutiara Nur Shafira Aryandhini

Self harm merupakan tindakan menyakiti diri sendiri dengan berbagai cara tanpa adanya niat untuk bunuh diri. Tindakan self harm biasanya berupa menyayat pergelangan tangan hingga lengan atas, menghantamkan kepala ke tembok, mencakar tubuh, mencabuti rambut, dan lain-lain.

Apabila seseorang melakukan self harm, dapat dikatakan selanjutnya ia akan ketergantungan dengan self harm dalam mengatasi emosi negatif yang muncul. Hal ini dikarenakan ia belum memiliki kemampuan untuk mengatasi emosi negatifnya. Biasanya, self harm juga dijumpat pada seseorang yang mendapat diagnosis bipolar disorder, borderline personality disorder, gangguan kecemasan, post traumatic stress disorder, dan lainnya.

Seseorang yang melakukan self harm memiliki tujuan untuk meredakan emosi yang muncul seperti marah, cemas, sedih, stres, hingga depresi. Selain itu, ada pula yang melakukan self harm dikarenakan ia ingin menunjukkan perasaan yang tidak bisa ia jelaskan dengan kata-kata. Ada pula yang melakukannya dengan tujuan ingin menghukum diri sendiri. Dengan melakukan self harm, seseorang biasanya akan merasa lega. Meski yang ia rasakan hanya sementara.

Apabila kamu juga berpikir untuk melakukan self harm, hal berikut ini dapat kamu lakukan untuk mencegah terjadinya self harm:

  1. Apabila muncul pikiran self harm, alihkan pikiran tersebut dengan melakukan aktivitas lain seperti mendengarkan musik, membaca, menonton, menggambar, dan lainnya.
  2. Kelilingi dirimu dengan benda yang memiliki arti positif, seperti foto orang yang kamu sayangi, ucapan semangat dari orang yang kamu sayangi, hingga aromaterapi yang menenangkan.
  3. Kenali situasi yang dapat memicu kamu melakukan self harm, lalu mintalah bantuan pada orang sekitar.
  4. Ketika masih ada pikiran untuk self harm, maka lakukan cara lain yang tidak separah self harm, seperti memegang es batu, memukul bantal, atau merobek kertas.
  5. Jika keinginan self harm masih begitu kuat, kamu bisa pergi menemui psikolog atau psikiater agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tindakan self harm biasanya dilakukan secara diam-diam. Ia akan takut untuk membicarakannya pada orang lain. Terlebih, tidak semua orang mengerti alasan dibalik tindakan self harm. Namun, seseorang yang melakukan self harm biasanya akan memberikan tanda-tanda berikut ini:

  1. Ada bekas luka dengan pola yang sama.
  2. Memiliki benda-benda tajam di sekitarnya.
  3. Menggunakan lengan panjang dan celana panjang meski di situasi panas. (pengecualian untuk wanita berhijab)
  4. Sulit berinteraksi dengan orang lain, atau merupakan orang yang tertutup.
  5. Menunjukkan ketidakstabilan emosi.

Dengan melihat tanda-tanda tersebut, diharapkan seseorang yang dekat dapat mengetahuinya dan melakukan tindakan pencegahan seperti jangan biarkan ia sendiri, mendengarkan keluh kesahnya, jangan menyalahkannya apabila telah melakukan tindakan self harm, dan ajak ia menemui profesional, seperti psikolog maupun psikiater.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *