Shadow

Ingin Jadi Jurnalis? Siapkan Diri Menghadapi 4 Tantangan Ini

sumber: Qerja

Reporter: M Habibur Rohman

Jurnalis merupakan salah satu pekerjaan yang didambakan oleh banyak orang. Bagaimana tidak? profesi yang satu ini menawarkan pengalaman baru beserta segudang benefit lainnya. Sebagai seorang jurnalis, kamu bisa bertemu dan mewawancarai banyak orang terkenal seperti artis hingga pejabat pemerintah. Hal ini belum termasuk segudang benefit lain seperti nonton konser atau film tanpa harus membeli tiket dengan id card sakti berlogo perusahaan media tempat kamu bekerja, makan gratis, jalan-jalan ke luar kota atau bahkan ke luar negeri tanpa ongkos, jam kerja yang fleksibel dan sebagainya. Keuntungan-keuntungan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang untuk melamar sebagai seorang jurnalis.  Meski begitu, jangan dikira bekerja sebagai jurnalis adalah hal yang mudah.  Disamping benefit dan peluang yang ditawarkan, tentunya sesuai dengan beban kerja yang akan kamu dapatkan. Berikut ini adalah beberapa suka duka menjadi jurnalis yang belum banyak diketahui.

Harus Siaga 1×24 Jam

Jika kamu menjadi jurnalis, kamu harus stand by setiap saat jika sewaktu-waktu dihubungi oleh atasan, baik itu menyangkut tulisan yang kamu buat atau tentang penugasan liputan baru yang harus kamu lakukan.  Belum lagi jika berhubungan dengan narasumber yang sulit ditemui di jam-jam tertentu. Intinya, jika kamu ingin menjadi seorang jurnalis, kamu harus siap dengan resiko yang satu ini.

Siap Ditugaskan Kemana Pun

Selain harus stand by  setiap saat, kamu juga harus siap sedia jika sewaktu-waktu kamu ditugaskan untuk liputan ke tempat-tempat tertentu yang mungkin jauh dan belum pernah kamu kunjungi sebelumnya. Rasa lelah sudah pasti menjadi teman setia karena perjalanan panjang dan tekanan karena tenggat pemuatan tulisan yang sebentar lagi.

Libur Adalah Barang mewah

Ya, hari libur adalah barang mewah jika kamu bekerja menjadi jurnalis. Pasalnya, jam kerja yang fleksibel justru membuat kamu harus stand by setiap saat. Ketika orang-orang libur, kamu harus bekerja untuk meliput peristiwa terupdate, bahkan saat semua orang sedang merayakan libur hari raya. Hal inilah yang menjadikan hari libur sangat berharga bagi seorang jurnalis.

Mudah Stres

Tidak dipungkiri, menjalani pekerjaan yang selalu dikejar waktu memang bukan hal yang mudah. Belum lagi saat kehabisan ide dan mentok namun tenggat pemuatan tulisan sudah hampir habis, badan lelah karena baru pulang dari luar kota untuk liputan, makan tidak teratur karena sibuk menyelesaikan laporan liputan. Hal-hal seperti ini tentunya membuat pikiran jadi suntuk dan mudah stress. Persoalan inilah yang akan sering dihadapi jika kamu menjadi jurnalis.

Nah, itulah beberapa tantangan yang dihadapi seorang jurnalis. Tentunya, setiap orang memiliki pandangan berbeda-beda tentang hal ini,  semua kembali ke perspektif masing-masing  Jika kamu adalah seorang dengan tipe pekerja keras dan sangat menyukai tantangan, pekerjaan sebagai jurnalis adalah pilihan yang tepat. Profesi jurnalis bisa jadi wadah buat kamu untuk mengembangkan diri dan menyerap sebanyak mungkin pengalaman-pengalaman baru. Selain itu, masih banyak juga kok benefit yang akan kamu dapatkan dan tentunya sangat sesui dengan tantangan serta beban kerja yang kamu hadapi. Jadi, sudah tertarik untuk menjadi jurnalis?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *