Shadow

Hampir Punah, Ini 5 Fakta Menarik Tentang Pesut Mahakam

Reporter: M Habibur Rohman

Beberapa waktu lalu, jagat dunia maya dihebohkan dengan vidio yang diunggah oleh akun twitter @bahriBpp. Pasalnya, vidio tersebut menampilkan kemunculan sekawanan pesut di bantaran sungai Mahakam.  Hal ini sekaligus menjadi kabar gembira bagi kita semua mengingat populasi hewan pesut di sungai mahakam sudah sangat kritis.  Nah, sebenarnya apa sih pesut mahakam itu? Yuk, simak ulasan tentang fakta menarik seputar pesut mahakam berikut ini.

Pesut adalah sejenis hewan mamalia yang juga dijuluki sebagai lumba-lumba air tawar. Sebagaimana julukannya, pesut memang memiliki bentuk fisik yang mirip dengan lumba-lumba. Pesut memiliki tubuh berwarna abu-abu, dengan bentuk kepala yang khas, yakni bulat. Selain dari bentuk kepala, perbedaan pesut dan lumba lumba juga terletak pada sirip punggung. Lumba-lumba memiliki sirip punggung yang lancip, sedangkan sirip punggung pada pesut memiliki bentuk yang lebih tumpul.  Sebutan pesut mahakam diberikan karena hewan mamalia ini banyak ditemukan di wilayah perairan sungai Mahakam. Beberapa fakta menarik seputar pesut mahakam ini adalah sebagai berikut;

Ditemukan Juga Di Myanmar dan Kamboja

Sesuai dengan namanya, kemunculan pesut mahakam banyak ditemui di sungai Mahakam. Meski begitu, lumba-lumba air tawar ini ternyata juga ditemukan di negara lain, salah satunya adalah myanmar dan Kamboja. Hal ini terjadi karena memang persebaran hewan pesut ini bukan hanya di Indonesia saja, melainkan juga menjangkau wilayah-wilayah asia selatan lainnya, khususnya di sungai Ayeyarwady (Myanmar) dan sungai Mekong yang melintasi dua negara (Laos dan Kamboja).

Bentuk Fisik yang Unik

Yap, cara mudah membedakan pesut dengan hewan lain yang serupa seperti lumba-lumba adalah melalui bentuk fisiknya. Tubuh pesut memiliki warna abu-abu polos tanpa motif dengan sirip punggung yang kecil dan tumpul (membundar) di bagian belakang. Selain itu, bentuk fisik yang paling mudah dikenali adalah kepala pesut yang khas, yakni bulat dan tidak moncong seperti lumba-lumba. Bentuk kepala yang demikian ternyata merupakan upaya adaptasi pesut untuk hidup di perairan air tawar yang berlumpur.

Mampu Hidup Hingga 28 Tahun

Salah satu keunikan pesut diantara hewan-hewan lainnya adalah usianya yang cukup panjang. Seekor pesut rata-rata dapat hidup hingga usia 28 tahun, bahkan beberapa ada yang mencapai usia 30 tahun. Sayangnya, meski memiliki usia yang cukup panjang, kematian hewan pesut yang paling umum dijumpai adalah karena terjerat oleh jaring ikan milik nelayan. Saat terjerat jaring ikan, pesut akan kehabisan oksigen dan menyebabkan hewan mamalia ini mati di tempat.

Populasi yang Kritis

Sayangnya, populasi pesut di Indonesia tidak lagi banyak, kemunculannya di perairan Sungai Mahakam pun sudah sangat jarang ditemui. Bahkan, jumlah populasi pesut di indonesia ini diperkirakan hanya tersisa sejumlah 80 ekor saja.Fakta yangs ama juga terjadi di negara-negara tetangga, seperti di sungai Mekong yang kini populasinya diperkirakan hanya 78-91 ekor saja. Ternacamnya populasi pesut ini bukan disebabkan oleh predator alam, karena pesut merupakan hewan mamalia yang tidak memiliki predator. Penyumbang kematian pesut yang paling besar justru dari tangan manusia dan kerusakan habitat. Selain akibat perburuan, kematian pesut juga dikarenakan terjerat jaring ikan milik nelayan.

Hewan yang Dilindungi

Karena populasinya yang terus merosot tajam dan menuju kepunahan, International United of Conservation Nature and Natural Resources (IUCN) menetapkan pesut sebagai satwa yang kritis dan terancam akan punah. Selain itu, penetapan pesut sebagai hewan yang dilindungi juga ditetapkan oleh pemerintah indonesia melalui UU No 5 tahun 1990 tentang Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya serta PP no 7 Tahun 1999.

Nah, itulah beberapa fakta menarik mengenai lumba-lumba air tawar asli indonesia yang kini hampir punah ini. Kemunculan  segerombolan pesut di sungai Mahakam beberapa waktu lalu tentunya menjadi kabar gembira bagi kita semua, karena dengan demikian, artinya keberadaan pesut di sungai mahakam ini masih terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *