Shadow

Habib Fahmy Ajak Warga Bogor Mengenali Indonesia

Bogor – Anggota MPR RI, Dapil Kabupaten Bogor, Habib Fahmy Alaydroes terus mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945 serta TAP MPR, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika karena hal ini penting diketahui oleh setiap warga negara.

“Kita sebagai warga negara Indonesia penting untuk mengenali Indonesia kita ini karena apa? Karena kalau kita tidak mengenali Indonesia maka kita tidak akan menyayangi Indonesia,” ujar Habib di depan para peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR di Aula GOR Ciriung, Cibinong pada Rabu 22/07/2020.

Sosialisasi 4 pilar MPR RI merupakan amanah dari UU 13 tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas UU 17 tahun 2014 tentang MPR, DPD, DPR dan DPRD, atau lebih dikenal dengan UU MD3 yang memerintahkan kepada anggota MPR untuk melakukan sosialisasi.

Habib mengingatkan bahwa banyak negara lain yang mencintai dan ingin memiliki Indonesia sehingga jangan sampai warga negara Indonesia justru tidak mencintai dan tidak peduli kepada negaranya.

“Belanda saja jatuh cinta sama Indonesia sehingga mereka kuasai selama 350 tahun. Negara asing ingin menjajah Indonesia karena mereka tahu potensinya luar biasa. Mereka mengenal Indonesia,” ujar Habib.

Habib Fahmy menilai bahwa sosialisasi perlu dilakukan karena banyak di antara warga negara yang bersikap apatis dan lupa akan perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

“Nah bangsa Indonesia lupa dengan bangsanya sendiri, termasuk umat Islam lupa dengan dengan fakta bahwa Indonesia kita ini dimerdekakan oleh tokoh umat Islam juga. Di antara mereka adalah KH Wahid Hasyim, KH Hasyim Asyi’ari, KH Ahmad Dahlan. Itu tokoh dari umat islam,” lanjutnya.

Alumnus UI Fakultas Psikologi ini menambahkan bahwa sosialisasi ini penting untuk menangkal stigma negatif terhadap Islam. “Kan ada istilahnya Islamofobia, anti Islam, salah faham tentang Islam dll. Katanya ciri-ciri terorisme adalah takbir, Allahu akbar. Ini kan tidak benar, imbuh beliau.

Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang itu yang dihadiri Lurah Ciriung, Heru Irawan S.Sos, Bhabinsa Ciriung,
Serma Yani Mariawana dan Bhabinkamtibmas Ciriung, Aiptu Teddy berlangsing hangat, khidmat dan menarik.

Menurut Habib, anggapan bahwa salah ciri-ciri teroris itu kalimat takbir adalah sebuah kesalahan. Menurutnya, kalimat takbir sudah digaungkan oleh tokoh besar pejuang nasional, salah satunya Bung Tomo.

“Justru takbir adalah salah satu yel-yel perjuangan dari bapak-bapak bangsa. Pahlawan bangsa seperti Bung Tomo,” lanjutnya.

“Bung tomo ketika dia menurunkan bendera merah putih biru, disobeklah yang biru dinaikkanlah merah putih, membebaskan Surabaya dari kemungkinan dijajah oleh Belanda, Inggris, teriakannya adalah Allahuakbar, Allahuakbar, merdeka,” ujar dia.

Habib berharap, adanya sosialisasi ini dapat menciptakan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita menginginkan, sosialisasi ini menjadikan kita harmoni bersama seluruh warga bangsa dalam membangun Indonesia,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *