Analisis Iluni UI Covid19 berakhir Agustus – Awal September

Laporan : Arfan Effendi

Jakarta – Ikatan  Alumni Matematika Universitas Indonesia mengembangkan metode SIRU (Suspectible, Infected, Reported, Unreported). Model ini merujuk penelitian berjudul Predicting the cumulative number of cases for the COVID-19 epidemic in China from early data yang dikeluarkan 23 Februari lalu.

Tim yang beranggotakan empat orang ini diantaranya Barry Mikhael Cavin, Rahmat Al Kafi, Yoshua Yonatan Hamonangan, dan Imanuel Rustijono. Mereka menganalisis menggunakan data kawalcovid19.id dengan periode kasus 2 Maret hingga 9 Maret.

Bentuk intervensi pemerintah seperti menutup tempat hiburan dan memberlakukan work from home turut serta untuk mengurangi laju interaksi antar manusia. Seandainya tindakan tegas tidak diambil sedari awal, keadaan mungkin akan lebih buruk. Dilansir dalam penelitiannya.

Terdapat tiga skenario perhitungan menurut Iluni UI.

Pertama :

Per 1 April jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah tentang pembatasan interaksi sosial masyarakat. Puncak pandemi terjadi 4 Juni dengan 11.318 kasus baru dan Akumulasi kasus positif mencapai ratusan ribu kasus. Pandemi berakhir di akhir Agustus – Awal September.

Kedua :

Per 1 April, Kebijakan sudah ada namun kurang tegas dan kurang strategis dalam mengurangi interaksi antarmanusia. Masyarakat tidak dispilin menerapkan Physical Distancing. Puncak pandemi terjadi tanggal 2 Mei dengan 1490 kasus baru dan akumulasi kasus positif baru mencapai 60.000 kasus. Pandemi berakhir pada akhir Juni-Awal Juli. Skenario 2 paling mungkin terjadi jika kondisi saat ini dilanjutkan. (Kebijakan kurang tegas dan masyarakat tidak displin).

Ketiga :

Per 1 April, diberlakukan kebijakan yang tegas dan strategis dalam mengurangi interaksi antar manusia. Masyarakat disiplin menerapkan Physical Distancing. Puncak pandemi terjadi tanggal 16 April dengan 546 kasus baru dan akumulasi kasus positif mencapai 17.000 kasus. Pandemi berakhir akhir Mei – Awal Juni.

Dari ketiga skenario diatas, pemerintah dan masyarakat berperan penting untuk meminimalisir sebaran covid19. Model ini masih sangat dinamis jika pemerintah bertindak secara tepat dalam kebijakan dan menerapkan kedisiplinan tinggi kepada masyarakat.

Yang lebih penting dari skenario di atas adalah peranan masyarakat dalam berdisiplin. Penerapan physical distancing dirasa sangat perlu. Mengurangi kegiatan berkumpul antarmanusia. Menjaga kesehatan diri. Menjaga lingkungan agar tetap steril dan tidak meremehkan covid19.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *