MEWABAHNYA VIRUS CORONA

Nama : Anisa Alif Lolytasari
NPM : 02180200087

Oleh : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU
(STIKIM)

 

Pada akhir tahun 2019, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tepatnya di kota Wuhan menemukan sebuah virus baru yang belum teridentifikasi. Virus ini menjangkit seorang pria hingga meninggal karena gagal pernapasan dan radang paru-paru. Hasil penyelidikan didapatkan pria ini terjangkit virus setelah dirinya pergi ke pasar ikan. Pada bulan Januari 2020 otoritas kesehatan Wuhan baru mengidentifikasi ini adalah virus Novel Coronavirus (nCoV) yang telah memakan banyak korban. Setelah diketahui jenis virus, ternyata 41 orang sudah merasa sakit karena terjangkit virus corona.

Para ahli di RRT menduga virus ini disebarkan oleh hewan liar, dimana hewan liar ini dikonsumsi kebanyakan warga RRT. Setelah diteliti, para ahli menemukan virus yang serupa pada tubuh hewan tersebut.
WHO sebagai otoritas kesehatan global belum menetapkan Virus Corona sebagai keadaan darurat, dunia segera merasakan ancaman kesehatan lintas-negara ini. Tidak seperti provokasi Beijing di Natuna yang hanya dirasakan Indonesia, virus Corona telah menyebar ke berbagai negara dan langsung mengenai atau mengancam penduduk mereka. Persebaran telah meliputi lebih dari 13 negara di dunia. Bahkan warganegara Tiongkok yang terindikasi virus Corona ditemukan di Singapura, Malaysia, dan Australia. Indonesia tentu saja berharap tidak terjangkit virus ini.

Mengingat persebaran virus Corona tergantung pada kontak antar-manusia maka upaya-upaya preventif yang dilakukan ialah mengurangi kontak langsung dengan individu terindikasi menjadi salah satu kebijakan urgent dari sebuah negara. Dalam konteks studi keamanan, virus Corona memerlukan peran serta berbagai aktor nasional dan lintas-negara, negara dan aktor-negara.
Penanganan virus Corona tidak lagi hanya menjadi perhatian berbagai negara secara terpisah dalam batas teritori negara masing-masing. Kerjasama antar-negara sangat diperlukan untuk merespon secara cepat ancaman kesehatan lintas-batas negara, termasuk virus Corona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *