Tujuh Orang Warga Parungpanjang Diduga Keracunan Makanan Jamur Liar Yang Dipetiknya Dekat Kandang Bebek

KLIKTERUS.COM – PARUNGPANJANG, Sebanyak tujuh orang warga Desa Gintung Cilejet Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, 6 (enam) orang warga harus dilarikan ke Puskesmas setempat dan satu orang di bawa ke RS. Murni Asih Kabupaten Tangerang, karena keracunan jamur liar, pada Kamis 19/12/2019.

Informasi yang berhasil dihimpun klikterus.com, Jumat 20/12, empat orang warga menjadi korban keracunan diduga setela mengkonsumsi makanan supa (jamur liar), didekat kandang bebek tidak jauh dari permukiman warga, pada Kamis 19 Desember 2019.

Kanit Reskrim Polsek Parungpanjang Iptu Irwan Alexsander mengatakan warga yang keracunan jamur, yang masih dirawat di Puskesmas Parungpanjang itu, 4 orang warga yaitu, Arnati (55), Andri (18), Nasiti (22) dan Hari (14). Sementara satu orang Rohani (45) dilarikan ke RS Murni Asih Kabupaten Tangerang.

“Adapun 2 (dua) orang warga yang keracunan itu, sudah dipulangkan kerumahnya yaitu, Nasiah (20th) dan Eka (2th), “terangnya.

Lanjut Irwan menambahkan kejadian itu sekitar pukul 19, 15 Wib. Sebelumnya, warga mengkonsumsi jamur didapatnya  dari hasil memetik yang tidak jauh dari kandang bebek, kemudian warga memakan jamur secara bersama.

“Korban keracunan mendapatkan jamur dari hasil memetiknya, jamur yang bukan dari hasil tani, melainkan jamur liar atau jamur yang tumbuh sendiri di dekat kandang bebek, “jelasnya.

Dikonfirmasi dr. Azis Mufakhir Puskesmas Parungpanjang kepada klikterus.com melalui Aplikasi whatsapp, ia mengatakan pasien yang sekarang masih dirawat mengalami sakit perut, mual-mual muntah, mencret, pusing dan lemas, diduga disebabkan jamur.

Menurutnya, jamur liar yang biasanya memang beracun. Atau jamur yang tumbuh di tempat yang tidak lazim (tidak biasa), ungkap Azis.

“Seluruh pasien ada 6 (enam) orang yang dirawat di Puskesmas Parungpanjang diantaranya, 4 (empat) orang dewasa, 2 (dua) anak-anak. Alhamdulilah, pagi tadi kondisinya sudah membaik, “pungkasnya. (Mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *