AGJT SOROTI JALAN SURAK, HINGGA ANCAM AKAN AKSI TUTUP JALAN DI RUMPIN

 

KLIKTERUS.COM, RUMPIN – Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT) menyoroti kerusakan infrastruktur Jalan di wilayah Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, AGJT meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor segera melakukan pembangunan dan perbaikan jalan di wilayah tersebut.

Pantauan klikterus.com, kerusakan infrastruktur jalan terjadi di Jl. Raya Cicangkal Malahpar, berlubang besar dan berlumpur, sedangkan Jl. Raya Cicangkal Sukamanah, Desa Sukamulya, kondisi coran yang sudah pecah, membuat lubang-lubang muncul ditengah badan jalan.

Ketua AGJT Junaedi menilai kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor tidak sebanding dengan program percepatan pembangunan disetiap Daerah oleh Pemerintah Pusat.

“Saat ini gencarnya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dengan program percepatan pembangunan disetiap Daerah, seharunya menjadi tolak ukur atas pemerataan Insfratuktur yang baik dan bermanfaat bagi setiap warga Negara, “ungkapnya.

Menurutnya, tapi tidak dengan di Kecamatan Rumpin, khusus Desa Sukamulya, ada Jalan yang masih dengan kubangan lumpur saat hujan, berdebu saat kemarau.

Dari pasca laporan AGJT ke Ombudsman RI pada tanggal 18 Desember 2019, banyak warga yang merepon baik atas pelaporan itu, utamanya warga Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor, “tambahnya.

Junaedi menuturkan warga menginginkan Jalan Raya Gunung Maloko juga diperjuangkan oleh Aliansi Gerakan Jalur Tambang dan dilanjutkan Pembangunanya, yang pada tahun 2017 tertunda pembangunannya.

Jalan dengan panjang kurang lebih 2,5 Kilo menghubungkan Cicangkal Malahpar dan Desa Dangdang ini amat penting aksesnya, penghubung antara Bogor dan Tangerang Kabupaten, “katanya.

Lanjut Junaedi mengatakan jalan ini sepat dipakai uji coba oleh BPTJ hanya ditolak oleh Warga Kp. Malahpar, dengan tuntutan truk tambang dilarang melintas dengan  kondisi jalan yang sempit dan rusak parah

Kami sudah meminta  PUPR Kab. Bogor dan Pemda dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Kab. Bogor di Kecamatan Rumpin untuk segera lakukan persiapan dan pelaksanaan.

Dia mengatakan, dananya sudah ada apa lagi kendalanya, soal Insitusi Negara yang melarang atas Pembangunan Jalan tersebut adalah depinitif atau mengada- ada, jadi ikuti aturan dan perundang -undangan, “tuturnya.

“Bila kemudian di Febuari 2019 belum ada pelaksanaan atas pembangunan Jalan ini kami dan masyarakat akan aksi tutup Jalan, “pungkasnya. (Mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *